Absurd 4

*Lanjutan*

Mungkin bisa dikatakan ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya -Absurd3-
Yah memang sebelumnya cerita itu terasa kelam. Ah ya betul sekali terasa kelam.
Namun kini, setelah ku pikirkan ulang, bukan pengacau yang membuat cerita hidup tokoh itu yang menjadi kelam. Hal itu semua terjadi juga karna tokoh itu memiliki pikiran pada setiap tokohnya, dan meskipun pikiran kedua tokoh itu adalah sama untuk tetap bersama, namun ada sisi lain dari pikiran itu yang tak bisa mereka paksakan untuk sama. Dan hal itulah yang membuat kedua tokoh itu terlampau sering kedalam keadaan kelam itu.

Hari berlalu, minggu berlalu, bulan berlalu. Namun, jarang sekali hal itu terhindar dari kedua tokoh itu. Tetap saja, kekelaman selalu hadir diantara keduanya. Entah siapa yang memulai, siapa yang menghadirkan, itu bukanlah hal yang penting. Akan tetapi, kedua tokoh itu memiliki jalan yang berbeda untuk menyelesaikan suatu masalah. Di satu pihak, akan memilih diam untuk menyelesaikan masalahnya, dan disatu pihak lagi akan memilih membicarakannya untuk menyelesaikan masalahnya.
Tak bisa juga dipaksakan karna kedua itu adalah hal yang jelas sangat berbeda. Kedua tokoh itu hanya akan mementingkan keegoisannya masing-masing, dan demi apa, penulis cerita ini pun tak pernah tau apa yang diinginkan kedua tokoh itu ketika mereka mempertahankan keegoisannya.
Berharap suatu masalah selesai begitu saja, namun tidak ada tindakan yang dilakukan..
Berharap ada pihak lain untuk menyelesaikan masalah?
Yah, hanya mereka yang tahu....

Dan entah bagaimana cerita itu selanjutnya, tak seorang pun yang tau, kecuali diantaranya melakukan suatu tindakan yang benar-benar akan membahagiakan mereka, maupun salah satunya.

Sekian.................

Relasi Waktu : Apa yang kamu lakukan sekarang, mempengaruhi apa yang akan terjadi kepadamu nanti.

:k

Absurd-3

Lagi, lagi, dan lagi.

Tidak tahu jelas kemana arahnya cerita ini akan berakhir dan dimana akan berhenti.
Cerita ini tetap saja berjalan meskipun kini ceritanya agak berbeda dari sebelumnya. Kini cerita ini diwarnai dengan beberapa warna kelam. Yang memberikan suasa gelap dan suasana dingin di cerita ini.
Semakin tak jelas pula pandangan ke depan cerita ini. Cerita yang diharapkan sebelumnya akan berakhir bahagia ditempat yang cerah, kini berubah kelam dan tak tahu kapan akan menjadi terang kembali.

Cerita itu dilengkapi dengan awan-awan gelap, suara gemuruh, kilatan petir, dan tetesan hujan.
Tetesan-tetesan hujan itu layaknya air mata Penulis cerita ini, yang menangis menyaksikan tokohnya kini telah memerankan karakter yang salah dari tokoh itu.
Ah, aku juga seandainya bisa menuliskan  bagian selanjutnya cerita itu, akan ku buat kedua tokoh itu bersama kembali di keadaan yang cerah dengan langit biru, matahari tersenyum dengan terangnya, dan hembusan lembut angin.
Ku ingin membuat suasa tokoh itu akan terbang bersama hembusan angin itu, merasakan hangatnya senyum matahari yang ingin menyapa mereka setiap pagi.
Ah, andai saja....
Pengandaian itu selalu menghantui pikiran ini. Mungkin memang tak adil untuk yang lainnya, yang satu pihak yang ingin juga memiliki tokoh itu karna kemurahan hatinya,
Namun apa juga yang kupikirkan, yang pertama ku perhatikan adalah ketika kedua tokoh itu hidup bahagia dengan senyum matahari dan sedikit hembusan angin, maka itu juga yang ingin ku wujudkan untuk kedua tokoh itu dicerita akhirnya.

Ah, pengandaian..............

Absurd2

Ini bukanlah cerita baru lagi bagi kita. Kau dan aku telah menjalani beberapa halaman dari tulisan itu. Tulisan yang kita pun tak tau bagaimana akhirnya.
Kita bagaikan tokoh yang mengikuti alur cerita sang Penulis. Inginku mengejar keinginanku dan terlepas dari cerita yang telah dituliskan Penulis itu.

Kita telah melanggar beberapa adegan yang telah dituliskan Penulis itu, bersama kita lakukan kesalahan itu. Entah siapa yang memulai karangan cerita lain ini, namun kita tetap memerankannya. Mungkin demi kesenangan kita. Kita seakan terikat dengan cerita baru yang hampir merusak cerita sesungguhnya yang pun telah dituliskan Penulis sesungguhnya.

Kita melangkah semakin jauh dari cerita itu, mengikuti beberapa adegan yang seharusnya tidak ada di cerita itu.

Lembar demi lembar pun telah berlalu, mengikuti bab-bab berikutnya. Hingga kapan kita akan mengikuti cerita asing ini, yang kita tau pasti akibatnya adalah buruk meski nanti kita bisa bersama.

Dengan sekuat tenaga, ku upayakan langkahku menuju jalan cerita yang sesungguhnya, meraih impian sang Penulis, yang ingin ceritaNya berakhir dengan kebahagian kepada setiap perannya.
Namun, apa daya, kita masih terjebak dalam dosa yang sama. Cinta antara kita itu yang saling membutakan kita.
Mungkin, perpisahan lah yang akan membantu kita kembali ke cerita itu. Namun, kini bagaikan peran itu tak bisa lagi dilanjutkan jika tak ada kita di cerita itu.

___________________________________

Sahabat 'Tahi Ayam'



Sahabat Tahi Ayam *Base on true story*

Memang sih dari judulnya agak jorok gitu, ah tapi apalah arti sebuah judul tanpa isinya.
Nah makanya baca dulu.

Ini tentang seluk-beluk persahabatan, tertarik buat tulisan ini karna banyaknya yang bersamalah dengan 'sahabat' mereka.

++Asal mula tulisan Sahabat Tahi Ayam++
Jadi saya punya teman, teman saya ini punya 'sahabat' yang mana sejak lama mereka sudah bersahabat. Mereka sebut persahabatan mereka ini 'Sahabat Tahi Ayam'
Saya sendiri sih bingung mengapa ada sebutan seperti itu :/ tapi itulah kenyataannya.
'Tahi Ayam', mungkin untuk yang pernah lihat atau bahkan menyentuhnya pasti tau gimana itu.
Tahi ayam yang baru -pup- itu agaknya hangat gitu, bahkan kalo kita nggak lihat ayamnya pup, kayaknya itu -pup-nya nggak nampak 'pup ayam'. Tapi semakin lama, baru kita sadari kalo itu adalah tahi ayam, yang ternyata itu baunya busuk. :D
'Hampir' sama halnya dengan sahabat yang sepertinya juga gitu, kalau diawalnya itu sepertinya hangat, baik gitu. Tapi akhirnya kita juga yang rasakan dan tau kalau ternyata dia itu busuk *eh

+saya bisa simpulkan cerita ini karena saya melihat kenyataannya pada teman saya+ :D

jadi,
Sahabat itu kayak tahi ayam, awalnya dia hangat, akhirnya jadi busuk.
*Versi sahabat selanjutnya mungkin akan ada :3

Cara Install Adobe Flash Player di Kali Linux

Tahap Pertama :

Nyalain Kali Linux, login sebagai root, buka Iceweasel, dan buka web http://get.adobe.com/flashplayer/.

1

Langkah Kedua*:

Ketika Adobe.com terbuka, versi yang anda butuhkan akan dideteksi (Punya saya Linux 64-bit Firefox). Kemudian klik menu drop sepertigambar dibawah ini
Pilih versi untuk di download dan pilih .tar.gz for other Linux

2

Kemudian klik DOWNLOAD

2.5
*Note, Adobe is constantly changing their website, I’ll do my best to keep up with these changes, but your experience may still be a little different than my pictures.
Thank you for understanding!


Langkah KEtiga:

Jendela Download akan hadir, kemudian pilih Save file… dan tekan OK.
Jika Firefox meminta anda untuk menyimpan file dimana, pilih folder root dan tekan OK.

3

Ketika selesai download, tutup Iceweasel.

Langkah Keempat:

Buka Terminal, ketikkan ls dan tekan Enter. Kali akan menunjukkan file dan folder yang ada di folder root. Adobe flash player .tar.gz akan ada disitu.

4_thumb[1]

Langkah ke 5:

Sekarang kita tau nama file adobe flash player nya, kita akan unzip itu. Copy nama adari Adobe Flash Player itu.

5_thumb[1]

Sekarang ketikkan tar –xf dan paste kan nama Adobe Flash Player .tar.gz itu. Lihat contohnya:



Contoh: tar –xf install_flash_player_11_linux.x86_64.tar.gz


Nama file adobe flash player kita mungkin akan berbeda, jadi usakan copy punya anda saja!

Perintah yang lengkap akan seperti gambar dibawah ini:

5.5_thumb[1]

Tekan Enter

Langkah ke 6:

Kali akan meng-unzip file tersebut. Setelah selesai, masukkan perintah:

mv libflashplayer.so /usr/lib/mozilla/plugins/ dan tekan Enter.

6_thumb[1]

Dan setelah selesai, anda juga bisa menghapus folder yang dibuat ekstrak tadi.


Selesai

Absurd

Disaat 'ku 'tak tau lagi harus katakan apa dan perlihatkan apa, saat itu juga kehampaan akan menghampiri dan kesunyian menemani.
Ah, sungguh ku tak tau harus menuliskan apa juga disini, jika memang itu harus punya arti.
Ku hanya tuliskan apa yang saat ini muncul juga.
Bagaikan air mengalir, ku tumpahkan saja semua rasa, layaknya hujan yang akan turun begitu saja.
 Alunan nada tak jelas pun menemani, berngiang bagaikan semut yang berteriak kesakitan tanpa kita tau artinya itu apa, itu juga perasaan yang ada entah darimana asalnya dan dimana letak perasaan sesak itu. Seakan ingin berhenti, tapi terus berdetak. Seakan ingin terus berdetak, tapi ia terhambat. Ah, sungguh memang ku tak tau apa artinya.
Sungguh, hal itu hampir sama dengan perasaan saat sangat bahagia, keduanya sama-sama tak tergambarkan.
Jika bahagia, bagaikan terbang diangkasa bersama angin yang tetap membuatmu diketinggian.
Jika saat rasa 'ini' datang, bagaikan terbang diketinggian, dengan bantuan uap api neraka.
Sungguh, hal itu sama-sama terbang, hanya beda dari hal yang menerbangkannya.

------ABSURD------
:3 :k

acc : @sams_sitorus

BlogRoll

Pengikut

Site Info

Back to top

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams