Absurd-3

Lagi, lagi, dan lagi.

Tidak tahu jelas kemana arahnya cerita ini akan berakhir dan dimana akan berhenti.
Cerita ini tetap saja berjalan meskipun kini ceritanya agak berbeda dari sebelumnya. Kini cerita ini diwarnai dengan beberapa warna kelam. Yang memberikan suasa gelap dan suasana dingin di cerita ini.
Semakin tak jelas pula pandangan ke depan cerita ini. Cerita yang diharapkan sebelumnya akan berakhir bahagia ditempat yang cerah, kini berubah kelam dan tak tahu kapan akan menjadi terang kembali.

Cerita itu dilengkapi dengan awan-awan gelap, suara gemuruh, kilatan petir, dan tetesan hujan.
Tetesan-tetesan hujan itu layaknya air mata Penulis cerita ini, yang menangis menyaksikan tokohnya kini telah memerankan karakter yang salah dari tokoh itu.
Ah, aku juga seandainya bisa menuliskan  bagian selanjutnya cerita itu, akan ku buat kedua tokoh itu bersama kembali di keadaan yang cerah dengan langit biru, matahari tersenyum dengan terangnya, dan hembusan lembut angin.
Ku ingin membuat suasa tokoh itu akan terbang bersama hembusan angin itu, merasakan hangatnya senyum matahari yang ingin menyapa mereka setiap pagi.
Ah, andai saja....
Pengandaian itu selalu menghantui pikiran ini. Mungkin memang tak adil untuk yang lainnya, yang satu pihak yang ingin juga memiliki tokoh itu karna kemurahan hatinya,
Namun apa juga yang kupikirkan, yang pertama ku perhatikan adalah ketika kedua tokoh itu hidup bahagia dengan senyum matahari dan sedikit hembusan angin, maka itu juga yang ingin ku wujudkan untuk kedua tokoh itu dicerita akhirnya.

Ah, pengandaian..............

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan jejak penjelajah...

Pengikut

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams