Kelas XII - Ngekos

Menduduki bangku kelas XII, gue milih untuk melancong dari rumah gue ke tempat tinggal orang lain yang dekat ke peta sekolah gue.
Jadi ceritanya setelah menduduki bangku kelas XII, gue memilih untuk ngekos dengan beberapa pertimbangan yang membuat gue berpikir keras.
Sebenarnya jarak sekolah ke rumah gue nggak jauh-jauh banget, mungkin sekitar -+24KM. Tapi, masalahnya cuma 1, iya, cuma 1, karena transportasi yang lewat dari tempat gue ke sekolah itu cuma 1, garis bawahi CUMA 1.
Dengan keadaan gue yang mungkin dapat melebihi jam tidur si beruang madu saat hibernasi, gue sering banget berantem dengan alarm gue yang selalu ganggu gue waktu mimpi pengen manjat menara eiffel dengan hand-stand serta gendongin pacar gue biar kelihatan romantis.

Gue sadar, seandainya alarm punya tangan dan kaki, dia udah gebukin gue sampai gue nggak punya muka lagi. Memang, gue punya muka juga nggak bagus-bagus amat, hanya saja gue kurang jelek untuk dikatakan tidak tampan. (Hal ini gue simpulkan setelah gue nyambungin ribuan sedotan dari puncak Monas ke Istana presiden, dan gue selfie lewat lubang sedotan itu)

Oke, jadi, gue milih ngekos itu karena perhitungan waktu yang gue miliki dirumah saat gue memilih untuk berangkat pagi dari rumah gue dan sampai agak malam dirumah. Iya, lu nggak salah baca, kok.
Jadi, sebelumnya, gue berangkat dari sekolah itu pukul -+06.00 WIB, sesampainya disekolah pukul -+06.45 WIB, nggak berubah jadi WIT ataupun WITA, ingat! Nggak berubah!
Kemudian, mengakhiri jam belajar itu saat pukul 2 siang, masih WIB. Ingat, masih WIB!
Dan letak masalahnya disini, jika tidak buru-buru keluar dari sekolah dan mencari angkutan umum, maka habis sudah harapan gue pulang lebih awal. Karena, jumlah angkutan umum yang tidak cukup untuk membawa semua anak sekolahan yang ada di sekitar tempat gue sekolah. Karena beberapa angkutannya sudah pergi lebih awal untuk membantu Autobot melawan Decepticon.
Lagipula, setelah gue dapat angkot. gue mesti naik angkot lagi, lalu kemudian jalan kaki untuk mencapai istana gue menetap.
Jika pagi hanya memerlukan 1 kendaraan umum menuju sekolah, maka untuk pulang gue membutuhkan 2 kali nunggu kendaraan umum, dan memerlukan sepasang kaki gue untuk menjalani kisah jalanan gue menuju rumah.
Dan perkiraan gue sampai dirumah setiap harinya adalah diatas pukul 5 sore. Perlu diketahui itu juga kalo pulang sekolahnya adalah jam biasa, lebih lama lagi kalo gue punya jam tambahan untuk bantuin penjaga kantin untuk beresin dagangannya, bantuin tentor bimbelnya membuat kerusuhan di tempat bimbel.

Sebelum menjalani yang (gue pikir hina) namanya jadi anak kos, gue mesti memperhitungkan berapa banyak barang yang mesti gue bawa, dan bakalan berapa lama gue bakalan jadi Superman ataupun Batman, yang itunya (mungkin) nggak pernah diganti.

Setelah beberapa hari menjalani, ternyata gue malah berpikir gue mau ngekos atau pindah rumah beneran, karena beberapa barang yang gue bawa adalah berlebihan. Sebenarnya gue mau nyumbangin. Terlebih untuk (maaf) sempak gue yang masih berlubang, baju gue yang berlubang, kutang gue yang berlubang, dan juga celana gue yang berlubang.
Gue sempat nanyain ide gue ini ke teman gue, tapi sayang, dia malah nertawain gue dan ngatain gue bodoh karena mau nyumbangin yang bolong-bolong.
Anggap aja nama teman gue si Ucok.

"Cok, gue mau nyumbangin pakaian gue yang kelebihan, nih!"
"Wah! Bagus dong, bro."
"Iya, Cok, gue bawa pakaian yang masih utuh berlubang lebih soalnya."
"Gile lu, bro, lu kira bakal ada yang nerima pakaian bolong apa!?"
"Yah, kan amal, Cok"
"Terserah lu dah, bro, yang penting gue ingatin, nih, jangan nyesal ntar."
"......."

Setelah mengalami kasus pemikiran yang tidak begitu panjang, gue pikir-pikir yang gila dan bohoh itu si Ucok, iya, benar banget. Karena lo bayangin aja kalo pakaian yang sekarang nempel di badan lo nggak bolong atau nggak ada lubangnya, lu masukin dari mana itu pakaian?

Nah, jadi begitu dulu untuk kisah gue jadi ngekos
to be continue...

6 comments:

Tinggalkan jejak penjelajah...

BlogRoll

Pengikut

Site Info

Back to top

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams