Temu-Pisah-Temu



Setiap pertemuan pasti akan ada sesi berpisahnya, iya, itu pasti. Bukan jadi alasan untuk kita takut bertemu dengan orang baru.

Kita dipertemukan juga hal terbaik yang jadi pengalaman berharga untuk kita yang digariskan-Nya untuk kita. Iya, gue nggak berjanda bercanda.

Pertemuan itu adalah sebuah awal bagimu untuk memulai langkahmu ke "masa" depan.

Jangan pernah sesali pertemuan, tapi sesali lah kesempatan yang kamu sia-siakan pada pertemuan itu.

Oke, postingan ini khusus buat GURU PPLT UNIMED 2014/2015 di sekolahan yang bersedia mendidik penerus mereka ini. Sebenarnya juga lagi mentok banget buat nulis, tapi kali ini gue paksain nulis dan nyuruh si BOT mikir keras untuk ngetik apapun itu, yang penting nggak ngeres.

Buat Para Calon Pahlawan Mulia , yang terutama dari murid-muridmu adalah permintaan maaf, ya itu pasti. Kelakuan kita nggak sebaik yang kalian harapkan.
Kemudian, kelak kalian lebih bijaksana dan bersabar mendidik anak-anak didik yang mungkin nggak kalah ngeres gokilnya dari kami.
Ketiga, lebih mengertilah pada anak didikmu, karna mungkin itulah hal tersulit menjadi Tenaga Didik. Iya, karena pekerjaan ini lebih berat daripada menjadi penari tiang seorang pengangguran.

"Saling mendoakan"

Nggak ada juga hal yang dapat kami berikan, hanya berupa pengalaman bagi kalian untuk nantinya jadi bekal kalian didunia pendidikan yang sesungguhnya, yang mungkin akan lebih berat ketika kalian masih didampingi sama guru killer yang udah lebih tua.

Ini juga pesan buat guru PPLT yang menurut gue paling gokil, dan gue kutip dari kata-kata dia sendiri.
"Laki-laki seharusnya tidak menangis, tetapi apadaya bila emosi tidak terbendung lagi, biarkan mereka mengalir."
 Tenang, kali ini kita memang berpisah, tapi nanti, kita akan bertemu lagi, itu pasti, entah sampai kapanpun itu. Setidaknya nanti kita ketemuan di sosmed. :p

Rencana juga kemarin gue pengen buat self-vector beberapa PPLT ini, tapi berhubung kemarin juga si BOT gue kena format sampai bersih semua, beberapa bahan mentah vektor gue kena hapus juga, bahkan vektor yang udah siap sebagian kemarin hilang, jadinya nggak sempurna. Contohnya gini :
Karena mentahannya udah hilang, nggak bisa disempurnakan vektor ini, dan sekian. Nanggung, sakitnya tuh disini. *nunjuk kedalam hidung, alias ngupil*

Dan, yang terpenting, ini pengalaman yang sangat berharga karena tanpa PPLT, nggak ada yang namanya belajar santai diruangan, mungkin.
YES!
Dan gue takut kalian pergi, takut negara api kembali menyerang, ah kalianlah para avatar yang datang kepagian, dan perginya kesiangan. Harusnya sampai malam, karena negara api menyerang di malam hari. Ah, Guru pamongmu akan kembali menyerang kami.

INGAT aja, kita bertemu untuk berpisah, maka pasti, kita dipisahkan untuk dipertemukan kelak.

Ini Bukan Cerita Si Ucok dan Si Butet

Halooo..
Gue kambali nulis kali bukan untuk ngelawak, bukan. Gue cuma mau berbagi sedikit hal tentang apa yang gue tau dari rasanya punya 'hubungan', iya, gue mau bagi tau sedikit, sedikit aja. Nggak banyak.



Jadi, gue bakalan cerita tentang hubungan si ucok ini dengan kekasihnya si butet. Si Ucok dan Si Butet ini sudah agak lama menjalin kasih, bukan menjanin, bukan. Jadi, si Ucok dan si Butet ini adalah sepasang muda yang sedang merasakan kasmaran. Mereka punya hubungan yang mereka sebut itu PACARAN, iya pacaran, lu nggak salah baca kok.

Si Ucok sangat menyayangi si Butet, nah, sebaliknya juga dengan si Butet ke si Ucok. Katanya, SAYANG, iya, sayang. -Bukan manggil kamu sayang-. Selama itu mereka berpacaran, bukan berarti juga hubungan mereka selalu mulus, semulus muka kamu yang lagi baca tulisan ini (ya, kalau muka kamu gak mulus, semulus hati kamu aja, deh.). Tentu saja, banyak hal yang kadang bisa membuat hubungan mereka hampir dihinggapi lalat hijau. Mulai dari hal kecil sampai hal menengah, mereka juga pernah alami. Bukan berarti karena ada orang ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, diantara mereka. Eh, tapi kali udah tujuh orang itu bukan pacaran lagi, itu jadinya SM*SH. Hehe.

Masalah itu sebenarnya datang dari mereka sendiri, datang dari ego si Ucok dan si Butet itu. Terkadang, mereka mengatakan bahwa rasa sayang yang berlebihan yang buat hubungan mereka itu terlalu rumit, iya, kata 'TERLALU' itu seakan menjadi halangan untuk mereka saling memercayai satu sama lainnya.
Terkadang, rasa yang mereka sebutkan SAYANG itu membuat mereka tak sanggup untuk membiarkan pacarnya itu untuk memberikan penjelasan terlebih dahulu untuk sebuah kesalahpahaman yang menghinggapi egonya. Ego itu merasuk pikiran si Ucok atau si Butet untuk mempertahankan pikiran negatif dari rasa sayang yang "BERLEBIHAN" yang membuat mereka terlalu "CURIGA" juga. Iya, terlalu curiga.
Memang, untuk mereka saling menyayangi itu baik. Tapi, nggak selamanya baik kalo ada kata "TERLALU" yang hadir diantara rasa sayang itu. Wajar juga mereka curiga karena cemburu, namun tidak wajauh ketikda cemburu itu dihampiri kata "TERLALU".

Karena, biarlah semuanya itu berjalan dengan normalnya, atau lebih sedikit, tapi tidak dengan kata terlalu.

Si Ucok dan Si Butet sebenarnya dapat memperbaiki hubungan mereka kalau mereka membaca tulisan ini -gue bukan bermaksud promosi, tapi tolong segera bagikan tulisan ini sama teman-teman lo yang punya masalah yang sama, bukan promosi- :v

Karena, hubungan yang bahkan selama apapun dijalani, akan tetap berakhir ketika mereka tak pernah mencoba untuk saling memahami. Bukan hanya hubungan. Namun, dalam hal apapun, lo dan gue harus memahami keadaan untuk medapatkan hasil yang lebih baik.
 
OBAT ITU BAIK KETIKA DIKONSUMSI SECUKUPNYA DAN AKAN BERBAHAYA JIKA DIKONSUMSI BERLEBIHAN.
-tidak berlaku untuk semua hal :p-

Pengikut

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams