Di Balik Terpaksa

Terpaksa- HAI~!!!

Gue nulis -bukan terpaksa- ini hanya untuk basa-basi aja, sekedar nulis, buang waktu gitu aja, biar kesannya waktu gue yang sia-sia itu sedikit ada maknanya meskipun gue nggaktau apa makna dari tulisan ini.
Kali ini juga tidak lepas dari "menulis tanpa persiapan", jadi gue nulis ini ketika tiba-tiba konek ke internet lalu nggaktau mau buka apa lagi, dan setelah itu tanpa sengaja jari gue menekan dengan nafsu tuts 'B' di papan kunci dan pada saat itu juga di batang alamat gue muncul kata blogger.com, lalu dengan terpaksa gue klik kata itu, dan muncullah garispapan blog gue yang lumayan hina ini.
Pada saat itu juga gue baru kepikiran buat nulis, belo.



Lalu tentang ide nulis "Di Balik 'Terpaksa'" gue sendiri nggaktau darimana datangnya rentetan kata ini, jadi mau nggakmau gue nulis aja <-- layaknya terpaksa.

Fenomena terpaksa lumayan  banyak juga dijumpai di kehidupan yang serba instan ini, nggaktau darimana asal-muasalnya, tapi itulah yang terjadi, karena sejak dahulu di catatan sejarah kita juga udah sering dipaksa sih.

Tapi untuk kali ini, bukan itu yang gue maksud, yang gue maksud dalam hal ini adalah penggunaan kata 'TERPAKSA' untuk jaga nama baik atau modus aja. Fahaha! ._.

Ceritanya gini :
Suatu hari muncullah seorang pemuda bernama Loki, entah datang dari abad berapa dan milenium berapa si Loki ini gue nggaktau, yang penting di suatu hari itu dia muncul dengan tiba-tiba di tulisan ini.

Ceritanya lagi, si Loki ini pernah ketemu seorang gadis belia yang cantik parasnya, cantik rambutnya, seksi bulu ketiaknya, indah bola matanya, dan baik perilakunya. Jadi pada pandangan pertamanya itu juga si Loki ini suka sama gadis itu.
Usut lebih dalam lagi, ternyata si gadis itu satu sekolahan sama si Loki.

Lalu, lama-kelamaan Loki tak sabar lagi memendam terlalu lama perasaannya ke gadis itu. Akhirnya si Loki ini berpikir ngeres keras gimana caranya agar dia dapat kenalan dengan gadis cantik itu. Hingga sepulang sekolah si Loki punya ide yang tak cemerlang, dia kepikiran buat pura-pura nabrak gadis itu, bung. -dari sini gue nebak dia hidup di jamannya AADC-.
Nekat, si Loki pura-pura berlari kencang, dan ....*pasang musik orkestra* GOOOOLL!!! tidak tidak, bukan itu, maksudnya dan akhirnya si Loki pura-pura nabrak gadis itu, dan gadis itu muntah jatuh ditabrak sama si Loki. Rencana awalnya berhasil, Loki pura-pura nolong gadis itu dan minta cium maaf dan tentunya ngajak berantam kenalan.

Dan pada akhir cerita setelah kenalan itu dan ngomong dari Sabang-Merauke, si Loki minta maaf lagi dengan alasan "aku TERPAKSA lari kencang karena ada banci yang ngejar aku sampai-sampai aku nggak lihat jalan lalu nabrak kamu".

Jadi gitu aja, sebenarnya inti ceritanya cuma modus, terpaksa gue panjangin biar kamu lebih lama disini. <-- modus

Di balik kata terpaksa juga kadang tersimpan harapan -buat yang sering ngode-
Di balik kata terpaksa sembunyi beberapa misteri.

Tapi yang sering modus dengan kata terpaksa , bertobatlah. (-/\-)

2 comments:

Tinggalkan jejak penjelajah...

BlogRoll

Pengikut

Site Info

Back to top

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams