My own way

I found myself in strange place
Aku memijakkan kaki di jalan baru, jalan yang kurasa sangat aneh. Sebelumnya, kukira jalan ini hanya akan kujalani sementara dan akan ada jalan untuk kembali. Aku tak pernah menduga akan menjadi seperti ini, aneh. Aku berada di tempat yang tak pernah kuinginkan, sungguh, kini 'ku kira diriku berada di jalan yang salah, harusnya aku berada di jalan lain.
Ingin 'ku kembali ke jalanku yang sebelumnya, namun, terlambat sudah, tak ada jalanku untuk kembali kecuali aku menyusuri jalan ini sampai ujungnya, meski 'ku tak tau jalan ini punya ujung atau tidak.

Desperate
Ingin ku berhenti berjalan, menyerah, berharap ada jalan kembali, namun tidak, aku salah besar.  Jalanku kembali hanya ada di ujung jalan ini, katanya. Benarkah? Aku tidak yakin, sepenuhnya.

Obliged
Mau takmau, kini harus kujalani jalan setapak ini, yang dulu kurasa jalan ini sangat lebar dan indah, ternyata hanya ilusi, sungguh ini jalan yang sempit dan buruk.(Like i'm gonna lose my mind)
Dan kini kusadari perlahan, aku harus tetap melangkah, dan berharap jalan ini cepat usai.

I found myself in front of you
Ketika ku mulai akan menikmati jalan ini, aku melihat segelintir senyuman yang membuatku addicted dan merasa dahaga berkepanjangan. Kini, otot-otot di pipi indah itu, yang menyimpulkan senyum itu, menjadi obat yang sangat ampuh bagiku, tentu saja, untuk menjalani jalan yang KUKIRA salah ini.
Kusadari kini, aku mendapati diriku tengah berada disekitarmu, ah tidak, tepatnya berada di bawah pengaruhmu, mungkin.

I'm addicted
Ku jalani jalan ini tanpa berharap jalan ini cepat usai, tetapi berharap jalan ini akan tetap ada sampai waktunya tiba sendiri untuk usai, jalan ini bukan lagi jalanan yang sempit, akan tetapi hanyalah suatu waktu yang disengaja untuk menunjukkanku "the real show", gulungan bibir indah itu.

I wanna get myself close to you
Semakin kini ku berjalan dan melewati waktu ini dengan tetap menikmati "my special drugs", semakin ku ingin waktu itu tak berlalu, terlalu naif, memang. But what i've to do? Just expexting some magical things happen. Aku hanya ingin 'tuk tetap melewati batas ruang dan waktu bersamamu (si pemilik senyum indah itu)

Am I crazy?
Exactly, yes. Aku tak peduli apa yang akan orang katakan tentangku, mungkin,
"Bak air di daun talas",
tapi mereka hanya berkata sesuai dengan apa yang mereka lihat, bukan apa yang kurasakan dan kupikirkan. Kini ku hanya menetapkan jalanku yang kurasa terpaksa (dulu) namun harus ku nikmati (sekarang).

"Do not believe in girl, just make them believe in you."

G(ala)ood Night


Suatu waktu aku tersadar dan menemukan bibirku melengkung tersenyum, aku tersadar bahwa aku menyukainya. Aku tidak tau sejak kapan hal ini terjadi dan sejak kapan aku mulai mengaguminya, hanya saja ketika itu aku terbayang akan senyumnya dan aku turut tersenyum membayangkan hal itu. Ah, sungguh memalukan (mungkin).

Awalnya dia bukan siapa-siapa sampai sebelum aku lebih sering memerhatikannya, setiap inci dari senyumnya, bahkan diamnya seakan ia sedang tersenyum (mungkin). Dia hanyalah gadis yang luput dari perhatianku, dia bukan "Cleopatra" yang dicintai banyak orang. -sebelumnya

Kini, dia membuatku lebih banyak tersenyum, saat 'ku mengingatnya, saat 'ku secara sengaja memerhatikannya daripada memerhatikan "profesor" yang mahatau itu. Sering kali, dia mengalihkan perhatianku daripada pantulan cahaya di dinding itu, tentu saja, hanya mencuri pandang, secepat lantunan nada Do berlalu. -sekarang

Dia mampu menjadi alasanku untuk lebih semangat mengunjungi gedung pertemuan itu. Hingga sampai suatu saat, aku dapat memerhatikannya lebih leluasa tanpa harus berjaga-jaga mata yang lain menangkapku melakukan hal bodoh itu. Aku dapat lebih sering mengobrol dengannya tanpa jeda yang sangat cukup lama. Aku dapat berbincang dengannya tanpa rasa sungkan. Dan beberapa rangkaian kalimat "Aku dapat ..." lainnya yang ku lakukan dengan dia. -harapan

Aku bukan siapa-siapa, bukan kumpulan dari sifat orang yang, dapat mencuri perhatiannya, menjadi alasan dia tersenyum, memberikannya tawa, dan alasannya untuk tetap gembira. Sekedar berkata, "hai, halo, semangat." pun bibir ini "tak sanggup". Berat bibir ini berucap. Bahkan, untuk menemukan bola matanya pun, seakan aku akan terjatuh dari tempat tidur, dan entah sampai kapan (akan) begitu. -nya-ta-nya

BlogRoll

Pengikut

Site Info

Back to top

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams