Trip ke Nusa Penida Part 2

Jadi, libur semester ganjil TA 2017/2018 kemarin gw habiskan dengan berlibur di pulau Bali, masih Indonesia kok.
Lalu, untuk mengisi waktu kosong gw dan teman-teman memutuskan untuk pergi ke Nusa Penida, ya seperti yang udah gw ceritain juga sih di part sebelumnya, nih! hehe
Lanjut nih, yak~!

Selasa, 16 Januari 2018.
Pantai Suwehan / Suwehan Beach
Yak, pantai ini adalah tempat tujuan kami selanjutnya sekaligus yang terakhir untuk hari ini. Perjalanan dari pantai Atuh ke pantai Suwehan ini memerlukan waktu sekitar 30-60 menit. Ya lumayan jauh deh ya, haha.
Kebayang nggak? Setelah naik-turun dari Pohon Molenteng lanjut lagi turun ke pantai Atuh, eh lanjut lagi ke Pantai Suwehan yang ternyata turunnya harus lebih memakan tenaga lagi daripada turun ke pantai Atuh. Sedih tapi penasaran, sedih karena ini kaki rasanya udah ga bisa gerak lagi, hahaha, dan juga penasaran kenapa sih orang-orang pada rela turun ke bawah itu dengan jarak yang nggak bisa dibilang rendah, belum lagi anak tangganya yang seakan tidak mau disebut anak tangga tapi pantasnya disebut  cicit tangga, jaraknya, cyin! kelewatan.


Pantai Suweha, Nusa Penida, Bali
Oh iya, dan lagi pantainya nggak langsung kelihatan dari atas nih karena sepanjang jalannya masih ketutupan sama pepohonan, ya jadi gitu, cocok deh ini pantai disebut hidden paradise, ehehe. Turun tangga dengan nafas yang ngos-ngosan dan pikiran dipenuhi kata "bentar lagi nyampe, nih!" sebagai penyemangat diri, hahaha.
Pantai Suwehan, Nusa Penida, Bali
Setengah perjalanan kita lalui, mulai nampak batuan, laut, dan pasir pantai yang begitu indah, ah, aku rasa pantai ini benar-benar belum terjamah dan untuk itu aku semakin ingin menjamahnya lalu meninggalkan bekas yang manis di memori. Jujur aja, rasa lelahku agaknya sedikit berkurang setelah melihat pantai itu walau anak tangga yang dilalui masih banyak. hahaha.
Sesampainya di bawah, di pantai Suwehan, takjub. Kembali tertegun dengan betapa indahnya ciptaan Tuhan ini, ah andai saja kau ikut denganku, mungkin kau akan sependapat denganku.
Batu-batu besar yang mungkin saja runtuhan tebing, kelihatan melengkapi keindahan pantai ini, lautnya yang benar-benar bersih, gulungan ombak kecil yang menyapukan jejak kaki di pasirnya yang begitu halus dan bersih.
Trus disana gw sempat menyusuri pantai ini, ada sebuah lubang bekas penyu untuk menetaskan telurnya dan cangkang telurnya yang telah melindungi kerentanan tubuh bayi penyu.
Eh tapi, bukan cuma hal yang indah deh ketemu di pantai ini, hehehe. Yak, ada bangkai perahu, yang ini entah seram, wajar, atau gimana deh.
ya tapi begitu deh, overall pantai ini juga harus kau jalani. Indah dia~

Rabu, 17 Januari 2018.
Hari ini, list pantai yang akan dikunjungi adalah PANTAI KLINGKING. Haha. Belum juga letih di kaki setelah menjelajahi beberapa pantai yang kemarin hilang, kita bakalan turun lagi nih ke pantai Klingking yang jalannya lebih WOW! Yang ini tangganya alami, dan juga lebih curam jalannya. hehe.
Pantai Klingking, Nusa Penida, Bali

Pantai Klingking nggak kalah indahnya deh ternyata, gulungan ombaknya juga nggak kalah seru.
Dari atas aja udah ketahuan kok kenapa banyak turis mau turun ke bawah walaupun jalannya curam begitu, hahaha. Dan pantai ini adalah list terakhir kita untuk dikunjungi di Nusa Penida.
So, itu singkatnya cerita aing di Nusa Penida. Makasih udah mampir, hehe.

Trip Ke Nusa Penida Part 1

Hola, netizen eh warganet tercinta.

Kamis, 18 Januari 2018.
Kemarin gw baru aja balik dari Nusa Penida, Klungkung, Bali. Yak, masih di sekitar Bali, kok. Sekitar Bali? Iya, karena sebenarnya dalam beberapa waktu terakhir ini gw tinggal di Bali sebagai mahasiswa (tampan) yang notabenenya adalah pengabdi kos yang buat gw jarang bahkan belum pernah menjelajah sejauh itu, hehehe. Eh sekalinya jalan, langsung ke Nusa Penida deh.
Nusa Penida ini masih pulau bagian dari provinsi Bali, kok tepatnya di sebelah tenggara Bali. Ya seperti diketahui deh ya, Bali ini kan pulau di Indonesia yang menyimpan banyak keindahan alam, mulai dari pantai hingga ke gunung serta keindahan(mu) yang tak jauh dari mata namun seolah sulit kugapai, eh, ya itu deh, siapa sih yang nggak tau Bali, Eh hehehe.
Karena masih bagian dari Bumi, eh Indonesia, Nusa Penida ini juga menyimpan berbagai titik yang sangat indah untuk dikunjungi. Curug, pantai, sawah, gunung, dan udaranya masih benar-benar terasa segar.

Gw berkunjung ke Nusa Penida selama 4 hari 3 malam dengan biaya super murah untuk kelas liburan, hehehe. Gimana bisa? Begini....

Senin, 15 Januari 2018.
Jadi, gw bersama 5 orang teman gw berangkat dari Jimbaran a.k.a tempat kita ngekos ke pelabuhan di Padang Bai menggunakan sepeda motor. Jadi kita ada 6 orang dengan 3 sepeda motor, kita menuju pelabuhan untuk naik kapal "Ferry Ro-ro" menyeberangi Selat Badung menuju NUSA PENIDA, YAY!
Perjalanan dari Jimbaran ke Nusa Penida kalau dihitung-hitung pakai jari tangan, nggak bisa, jam di hp sih nunjukin kalau kita makan mi instan di kapal, eh, maksudnya membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Iya, selama itu. 2 jam pantat pegal di atas motor perjalanan Jimbaran-Padang Bai, 2 jam menikmati bule eh pemandangan di atas kapal Padang Bai-Nusa Penida.
Sesampainya di Nusa Penida, kita langsung cari makan, murah meriah, Rp. 10.000,- dapat nasi campur, hehehe. Liburan kere hore~ Habis makan, kita langsung jalan dong, ke Broken heart, eh Broken Beach, yang bulenya eh pemandangannya WOW! Menakjubkan. Menikmati keindahannya, ambil gambar, *creet*, kita langsung cus pindah spot ke Angel's Billabong, eh tapi sayang, pas kita kesana apa yang kami lihat nggak sesuai ekspektasi atau apa yang kita lihat di sosial media kekinian, nggak tau kenapa bisa gitu tapi sedikit kecewa deh, hehehe. Ya sudah, mungkin belum jodoh.

Broken Beach, Nusa Penida, Bali.
Cukup menikmati kedua spot ini, kita langsung pindah lagi ke tempat lain, eh yang mana sebenarnya nggak cukup deh, terlalu indah untuk ditinggalkan saat itu. Kita langsung menuju Crystal Bay, yay! Ini adalah spot terakhir yang kita kunjungi pada hari ini, sedikit kecewa juga, karena tujuan utama kita ke tempat ini adalah menikmati sunset, eh taunya ketutupan sama awan kelabu yang menyelimuti kisah kita, hmm, menyelimuti langit biru maksudnya hingga menutupi keindahan sunset yang mau kita nikmati di tempat ini. Eh tapi, tempat ini terlalu indah juga bila ditinggalkan begitu saja karena pantainya nggak kalah indahnya, bisalah untuk kita main atau untuk sekedar mengabadikan momen, hehe.

Cukup lelah, kita menuju homestay, yang jaraknya lumayan jauh dari ketiga spot ini, untuk beristirahat dan bersiap untuk trip esok hari lagi. Hehehe

Selasa, 16 Januari 2018.
Bangun pagi, hari ini kita punya jadwal yang bakal menguras banyak tenaga karena kita akan menempuh 3 spot lagi yang perjalanannya menurut gw sangat melelahkan, kenapa? Karena tempat yang kita kunjungi adalah Rumah Pohon Melenteng, Pantai Atuh, dan Pantai Suwehan. Ketiga tempat ini cocok deh buat kamu-kamu yang mau bakar kalori dengan cara yang indah, hahaha.
Jadi, di Rumah Pohon Molenteng ini kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah, kalau di Papua punya Raja Ampat, disini kita bisa lihat yang namanya Raja Lima, beneran deh, melihat ini kamu bakal sadar betapa indahnya kamu, eh Indonesia. Perjalanan yang harus turun-naik  untuk menuju tempat ini akan terbayar lunas bahkan lebih dengan indahnya Raja Lima dengan laut dan tebing-tebing di sekitarnya.

Rumah Pohon Molenteng, Nusa Penida, Bali.
FYI, ini yang disebut Raja Lima. Hehe
Kemudian, Pantai Atuh/Atuh Beach, ini nggak kalah juga lelahnya, hahaha. Tangganya yang lumayan curam sedikit banyak menguras tenaga, ya dan lagi cocok buat kamu untuk membakar kalori dengan cara yang indah, hehe. Kita sempat nanya sih sama orang disana berapa banyak anak tangga untuk sampai ke pantainya, tapi gw lupa hehehe. Pokoknya sekali lagi, cocok buat bakar kalori dengan cara yang indah, hehehe.
Atuh Beach, Nusa Penida, Bali.
Btw, lupa ngambil gambar pas udah di bawah. Hehe
Selanjutnya adalah......... Pantai Suwehan, tunggu di part selanjutnya ya, hehehe.

Time Flies, Memories Doesn't

Ya, jadi setelah sekian lama beristirahat ngeblog eh niat awalnya sih emang berhenti (hehe) gw kembali lagi untuk menuliskan beberapa kisah (etsah) di blog gw yang ga seberapa ini.

dari feed ig gw
Jadi, di waktu kembali ini gw kasih judul "Time Flies, Memories Doesn't", kenapa? Ya nggak kenapa-napa sih. Hahaha

Jadi, dulu gw terakhir kali ngepost di blog itu tahun 2016 bulan Mei a.k.a Lima a.k.a 5, haha. Judulnya itu DISTRAKSI, yak "hal" itu jugalah yang membuat kenapa gw mutusin untuk berhenti ngeblog. Setiap kali gw mulai menulis a-b-c-d belum sampai ke h, ide gw ilang, setiap kata yang sebelumnya udah tersusun rapi di pikiran gw tiba-tiba hilang, terbang sampai tak terlihat, ya sebelas-dua belas lah seperti kamu yang terasa sudah melengkapi eh tiba-tiba hilang (eh). Hehe.
Ya, jadi sering kali gw nyoba nulis waktu itu, mulai dari pengalaman gw sendiri maupun pengalaman teman yang curhat ke gw bahkan sampai ke pengalaman pribadi gw yang hanya di imajinasi gw pun tetap tidak bisa gw tuliskan sampai selesai, memang sih ini harusnya ini bukan jadi alasan gw untuk berhenti nulis, hehe, tapi karena dibarengi keseharian gw yang gw habiskan untuk kuliah-makan-merenung-game-tidur, ya fokus gw untuk nulis udah hampir tidak ada, hampir tidak ada loh ya, karena gw kadang-kadang masih sering berbagi sedikit frasa di sosial media lain, yak di ig gw, di ig-story doang loh ya, makanya ya cuma bisa dinikmati selama 24 jam doang kecuali ada teman gw yang screenshot itu. Hahaha.

Di instagram story gw cuma berbagi beberapa hasil karya gw, yang tidak seberapa itu namun cukup dirindukan (haha), baik dalam frasa maupun gambar/foto.

dari ig-story gw

Kenapa gw berbagi di instagram?
Ya, karena sosial media itu yang sekarang sering gw pakai, sekalian cuci mata dong (eh hehe).
Lalu, ya seperti judul tulisan ini, waktu bisa berlalu tapi ingatan itu nggak, artinya walaupun udah sempat setahun lebih berhenti ngeblog/nulis, gw masih punya keinginan untuk berkarya walaupun hanya dalam hal-hal kecil. Seperti kamu juga, yang udah terbang entah kemana, tapi kenangannya tetap ada, kok, disini di pikiranku, ya meski udah ketimbun sih. Hehehe

Oh ya, nih akun instagram gw
Boleh difollow ya, hehe

Distraction

Hey..ho.. guys.

I warn u before read till the end, maybe u'll spend about 5 minutes ur time to read this post which is I think not so important for you.
So, if you want to leave, leave now.

So, let's read....

Beberapa waktu lalu, aku mencoba untuk fokus dalam satu bidang untuk mendalami hal yang kusuka. Waktu itu, aku mendapatkan pinjaman "RAM" dari temanku, nah dengan kabar itu, dengan sangat semangat aku telanjangi si Lepi dan segera memasukkan RAM. Sangat senang kurasa.

Dengan semangat pula, aku langsung mengenakan segala kancing si Lepi dan mencoba menghidupkannya, dan............ *tadaaaa*
si Lepi nggakmau hidup. Mungkin dia merasa dianiaya? Kurasa tidak.

Terpaksa aku bongkar lagi si Lepi, aku periksa lagi satu-persatu siapa tau aku kelupaan atau ada organnya yang tidak tersambung dengan baik, setelah kuperiksa dan kurasa tidak ada yang salah, kembali kupasangkan kancingnya dan menekan tombol Hidup si Lepi lagi, hasilnya?
TETAP NIHILLL!!!!!!!!!

Galau...?
Banget....

Merasa letih, kutinggal tidur si Lepi kira-kira 4 jam. Setelah 'ku terbangun kucoba lagi telanjangi si Lepi dan
*taraaaaa*
aku coba bongkar kembali RAM yang aku masukkan tadi kemudian memasukkannya kembali dan mencoba menyalakan si Lepi tanpa memasangkan kancingnya, dan hasilnya.....
HIDUP!!
Setelah hidup, aku baru pasang kancing si Lepi deh.....

So, now to the stories.......

Jadi, setelah beberapa lama pura-pura sibuk dengan perkuliahan yang dilanjut dengan tidur berkepanjangan sehabis kuliah,gw berpikir untuk melanjutkan kesukaanku untuk menekuni si Corel Draw ataupun saudara jauhnya si Photoshop.
Jadi untuk menekuninya lagi, gw coba-coba cari video tutorialnya di yutub, sekalian liat2 hasil para mastah yang lebih yahud gitu. Namun sangat disayangkan sekali pemirsa *oke lebay*, waktu nyari tutorial Photoshop inilah gw baru mulai mengalami yang namanya Distraction.
Yap!
Jadi yang pertama gw cari di yutub itu adalah musik, alasannya sederhana, biar ga bosen liat tutorial yang kebanyakan ngomongnya.
Hap!
Setelah nge-set playlist, gw baru cari dah video tutorial Photoshop, 1, 2 video gw skip karna kurang tertarik.
Tap!
Video ke tiga, yang gw tonton bukan video tutorial Photoshop lagi, this was the real distraction, gw malah nonton tutorial After Effect. Yap! Saudara kandungnya si Photoshop.

Setelah nonton tutorial After Effect ini, gw mulai suka dan mulai pelajari seluk-beluknya. Oh iya, gw langsung coba juga sesuai tutorial dengan improve sedikit, dan..................... ternyata nggak semudah yang gw bayangkan, hasilnya kasar. Sakit di mata.

Gw menyerah? Nggak!

Gw coba lagi biar Semooth di dan enak di mata, hasilnya? Cek this out >> KLIK

Selang beberapa hari gw pelajari lagi si After Effect ini, distraksi (mungkin) baru datang, pinjaman RAM tadi harus segera gw kembalikan, yap! si pemilik seutuhnya memintanya kembali. Sedih? Nggak
Hanya saja gw harus berhenti mendalami si After Effect ini. Kenapa? Karena si Lepi gw nggak cukup tangguh tanpa si RAM pinjaman itu untuk berjalan dengan si After Effect. 

Nggak putus asa, gw coba lagi untuk belajar membuat vektor dengan photoshop. Yap! 
Tapi nggak mulus juga, another distraction, tiba-tiba mood hilang atau gangguan lainnya yang tiba2 ditagihin tugaslah, anu lah, itu lah,dan itu saat gw ngerjain vektor itu.

Tarik nafas....

Oh ya, ini beberapa hal yang sempat gw kerjain..





dan lu bisa liat sendiri kan kalo itu semua masih penuh kekurangan, gw sedih..

oh ya, yang masih bingung apa itu Distraction, jadi Distraction/distraksi itu sejenis kata yang menuju ke arti "Gangguan".
CMIIW

You have any solution?

My Mom Has Five Superheroes

Hello guys, with me again. :v

This story is about love story that my Mom had ever told to me when I was a child.
Ok karena gw baik demi kesehatan mata kalian juga, gw ceritanya bahasa Indonesia aja. Muehehe..

This was the stories...
Aku adalah seorang siswi di salah satu SLTP Negeri di daerahku. Ya, sama seperti siswa-siswi lainnya, masa roman dimulai saat aku masih menduduki masa-masa ini. Hatiku tertaut pada seorang siswa yang kala itu tubuhnya tinggi jenjang namun sedikit kurus, eh tidak, mungkin memang bisa kukatakan kurus.
Tapi cerita itu tak semudah itu, ya, karena aku adalah seorang siswi yang cukup populer, dengan paras bak Nike Ardilla.
Muehehe...
Dengan suara yang juga sering kupamerkan melantunkan alunan indah yang juga dari Nike Ardilla. Banyak laki-laki yang kala itu diam-diam mengirimkan surat untukku. Baik itu melalui temanku, pura-pura meminjam bukuku atau bahkan melalui adikku. Beribu gombalan yang begitu indah namun hanya membuatku tersenyum lucu, iya lucu, bagaimana tidak, dari sekian banyaknya surat yang aku terima, tak satupun menaruhkan nama di kertas tersebut.

Sejauh ini tidak ada yang berbeda dari hari-hariku sebelumnya di sekolah hingga aku bertemu dengan seorang siswa yang tinggi jenjang namun badannya kurus. Dia adalah seorang siswa yang lihai memainkan bola voli di lapangan sekolah, dia juga adalah orang yang sangat ramah kepada siswa-siswi lainnya, hampir setiap orang mengenalnya dengan senyumnya yang khas dan tawaran bantuannya setiap melihat orang lain. Entah apa yang membuatku tertarik dengannya. Namun, ah sungguh tak mungkin aku mengungkapkannya kepadanya lebih dahulu.

Dia terlihat sama sekali tak tertarik denganku karena apa yang dia perlakukan untukku, tak sanggup untuk membuatku merasa GR, karena itu juga didapatkan orang lain darinya.

Namun tak berhenti sampai disitu, waktu demi waktu, kami semakin dekat. Mungkin, banyak orang yang tak menyangka, Si Tinggi Kurus itu bisa dekat dengan perempuan yang cukup populer ini. Tak bisa kupungkiri, dia orang yang cukup membuatku tersipu malu saat berada di kamarku.
Era itu, kami tidak berpacaran, there's no that sh*t pada zaman itu, kami hanya saling menjaga perasaan satu sama lain, dan mungkin memang begitu adanya saat itu. Namun semua tak begitu mudah, banyak yang tidak suka dengan kedekatan kami, banyak juga pria yang tak putus asa untuk mengejarku meski telah melihatku dekat dengan Si Tinggi Kurus itu. Cacak seperti lambang tergadai, tak ada yang bisa memisahkan kami.

Saat itu kami bisa dekat saat di sekolah, namun tidak halnya untuk apel ke rumahku. Karena aku tidak akan diijinkan untuk memadu kasih oleh kedua orangtuaku. Kami bisa keluar bersama hanya jika bersama dengan teman-teman yang lainnya, dan kecurigaan dari orangtua ku hilang, good idea. Kadang kala, dia datang ke rumah menjemputku, eits, tapi tak semudah itu. Dia tidak menjumpai kedua orangtuaku, good!, jangan ditiru. Dia sudah tahu dimana letak kamarku, entah darimana, mungkin dari adikku. Dia mengetuh pintu jendelaku, setengah berbisik setengah teriak, dia memanggilku. Awalnya aku bingung entah siapa yang memanggilku, aku membuka jendeka dan ......... ternyata dia. Haha. Dan selanjutnya, cus, aku berlari ke arah pintu dan menutupnya, lalu kumenuju jendela lompat keluar, dan pergi dengannya sekedar berbincang. Haha, that was so vintage and ...


Hingga sampai saat masa-masa perkuliahan, kami terpaut oleh jarak antar-kota yang kala itu bisa dikatakan sangat jauh. Bagaimana tidak, dulu kendaraan adalah hal yang sangat mewah, bahkan untuk motor kala itu tidak masuk kebutuhan primer, sekunder bahkan tersier,  mungkin motor masuk ke bagian kebutuhan kuarter, yang tidak dibutuhkan untuk kelangsungan hidup.
Dengan jarak yang sangat jauh ini, dia tidak semenyerah itu, dia naik motor bututnya (kini) yang begitu keren pada jamannya untuk mengunjungiku.
Aku sangat bahagia sampai tak terkatakan. R O M A N T I S ! ! !

Percayalah juga, tak begitu mudah memadu kasih saat itu, banyak hal yang mungkin saja dapat mengganggu perasaan, namun semua itu tak berarti apa-apa ketika dua hati yang terpaut jarak sekalipun saling menjaga.
Hilang di mata, di hati jangan.
Walaupun berjauhan, namun jangan pernah dilupakan.

Right, that was the stories.

sfx : Untuk Mama - Trio Ambisi
cipt: Rinto Harahap


Dan sekarang, si Mak nggak secerita dulu lagi.
Kadang, aku berpikir kalau Si Tinggi Kurus Senyum Tampan yang pernah Mak ceritakan dulu itu nggak baik, aku berpikir dia adalah orang jahat, karena dia tidak setia, dia meninggalkan si Mak. Namun ternyata aku salah, hanya saja Tuhan lebih sayang dengannya.

Mak, maaf kalau jagoanmu belum punya kekuatan super untuk membahagiakanmu.
Kami juga masih meminta doa dan dukunganmu untuk selamanya, Mak.
Karena tidak ada SUPERHERO tanpa ibu yang melahirkannya ke dunia ini.
Dan, kau tetap yang terindah, tetap cantik meski nanti kulit dengan keriput di wajahmu.

my wonderwoman

Ketika Seseorang Mendapat Balasan

Halo gaes, jombs...
Kali ini ngomongin tentang balasan (reply/feedback, atau sejenisnya), tentunya mayoritas kita suka jika apa yang kita lakukan berbuah di kemudian hari. Nah ngomong-ngomong tentang buah dada dari tindakan kita tersebut, itu bergantung pada apa yang kita lakukan (aksi / action).



Gw pengen ngomongin ini karena baru aja teman gw curhat tentang si Joni, teman si Rino temannya teman gw, si Lulu ini. Jadi si Lulu cerita begini,

" Bang, sebenarnya cerita ini nggak ada hubungannya sama Joni dan Rino. Tapi, Bang, aku lagi nggaktau mau cerita sama siapa.
Jadi dulu itu, temanku Nayla, pernah pacaran sama Ucok...
" ucapnya sambil tunduk. Menatap hampa ke bawah.

" Hmm, trus? " tanya gw.

" Ih.. bawel, diem dulu, aku belum selesai ngomong" dia cubit lengan gw, "Jadi kan waktu itu kan Nayla ngenalin pacarnya Ucok samaku, Bang. Nah awalnya sih, aku biasa aja. Tapi, lama-kelamaan si Ucok ini sepertinya perhatian sama aku, aku jadi agak gimana gitu, sepertinya aku suka sama dia." ucapnya ragu.

"Loh!? Tapi kan .... awww.. sakit" Belum selesai ngomong, gw langsung dicubit lagi.

"iih! Udah dibilangin diem dulu. Aku gakmau cerita lagi ah sama, Abang!" dia manyun.

"yaya deh, maaf, ni aku diem, lanjut deh ngomong." gw senyum meyakinkan dia.

"Nah, iya aku lanjut cerita. mmm..." dia ragu, kali ini gw cuma diam mencoba menyimak yang dia akan ceritakan. "Awalnya sih aku sedikit menjauh, kan dia pacarnya teman aku. Tapi kan, Bang, namanya cewek, lama-lama hatinya akan luluh kalau diberi perhatian terus sama cowok." dia tersenyum malu.
"Jadi, aku mulai suka gitu sama dia, Bang, walaupun dalam hati aku masih sedikit ragu karna ngingat statusnya dia tadi, pacarnya Nayla. Sampai suatu waktu itu, Bang, 2 bulan yang lalu..." dia kelihatan bingung lagi.

"Jangan bilang kamu hamil! Apa!? Kamu hamil?" Tanya gw pura-pura syok. (iih! gw syok cyin!)

"Iya aku hamil, makan nih hamil! nih! nih!" gila, serangan cubitan diluncurkan ke seluruh permukaan kulit eksotis gw.
"Nggaklah, Bang! Kemarin itu, 2 bulan yang lalu, dia nembak aku, Bang. Di satu sisi, aku senang, tapi di satu sisi lagi aku takut karna udah merebut dia dari temanku sendiri." ucapnya sedikit manyun.

"Trus? Kamu jawab apa waktu dia nembak kamu?" tanya gw.

"Aku bilang ke dia, aku mau jadi pacarnya kalau dia udah putus sama Nayla. Nah, waktu itu, dia bilang kalau mereka udah putus sekitar 3 minggu lalu..... " sejenak dia terhenti dan menarik nafas dalam- dan keluar dari pantat kembali melanjutkan ceritanya, "Nggaktau kenapa, aku langsung aja percaya sama dia. Hehe, namanya juga cinta ya, Bang?" Tawanya namun sedikit berkaca-kaca kini matanya.

"hmm, trus?" tanya gw berusaha tidak mengganggu mood nya untuk bercerita.

"Ih! kok gitu doang sih? Bukannya malah nenangin aku, malah cuek gitu!" ucapnya lagi manyun.
Gw sempat kesal jombs! Banyak nanya, salah. Nanya secukupnya, salah.
(Who run the world? Girls!) <--- suara setan

"Iya, iya. Kamu jangan sedih, lanjut dulu ceritanya." ucap gw dan menyeka air matanya yg sedikit menetes. Dia tersenyum.

"Jadi waktu itu, aku terima dia jadi pacarku, Bang. Kami sangat bahagia. Dia sering ngasih aku upil hadiah. Hehe... dia juga sering ngajak aku makan bareng." dia kembali tersenyum cerita.

//Kali ini gw benar-benar bingung, cewek emang gitu kali ya? bisa senyum dan manyun dalam jeda waktu yang sangat singkat.//

"Tapi..." dia terlihat manyun lagi, "setelah 5 minggu pacaran, perlahan perhatian dia itu berkurang, Bang. Dia mulai jarang ngajakin aku makan, jarang ngasih aku kabar... " dia terhenti, tertunduk manyun.
Gw perhatikan dia sedikit menyeka air matanya, gw bingung terdiam.

"Awalnya sih aku biasa aja, Bang. Aku berusaha berpikir kalau dia hanya sedang sibuk atau mungkin kelelahan. Hehe.. Tapi nggak.." dia tersenyum namun matanya masih berkaca-kaca.
"Jadi terakhir dia ngajak aku makan malam bareng. Jadi waktu nunggu pesanan datang, dia ke toilet, dia ninggalin hpnya. Aku sih nggak curigaan sama dia, nggak nyentuh hpnya sama sekali. Tapi...." dia mencoba tersenyum namun sudah sedikit sesunggukan menahan air matanya.

Gw nggak bicara, hanya mencoba menenangkannya dan mengusap-usap rambutnya.

"Tapi, Bang, sekembali dari toilet, sewaktu makan itu, kami tuh sambil ngomong. Dan tiba-tiba, dia jujur samaku kalau dia dan Nayla belum putus, dah gitu, dia juga punya cewek lain, namanya Ri*na... huft..." dia sedikit mengambil nafas lagi, "Aku sih waktu itu pura-pura tegar, Bang, tersenyum. Namun hati aku ga bisa bohong, tetap aja air mataku netes gitu aja." Kali ini air matanya beneran nyucur, gw seka air matanya.

"Trus, habis ngomong gitu, dia minta maaf dan ninggalin aku sendirian... hiks" dia bercerita sambil sesunggukan dan air mata yang tetap menetes.

"Hmm.. trus sekarang gimana?" tanya gw sedikit kaku karna takut salah nanya.

"Ya gitu, kami nggak ada hubungan apa-apa lagi, Bang, kalau sama Nayla nya, aku nggak cerita dan nggak nanya apa-apa tentang pacarnya itu." dia sedikit memaksakan untuk tersenyum.

"Yah, kalau menurut aku sih, Nyuk (panggilan gw ke dia), kamunya yang salah. Dulu kamu udah tau kalau dia itu pacarnya Nayla dan kamu gampang aja percaya sama dia. Kamu terlalu gampang percaya sama orang yang baru kamu kenal. Trus, kamu juga harusnya bukan ngasih syarat gitu sama dia, harusnya tu kamu minta dia agar buktiin kalau dia benar-benar tulus dan sayang sama kamu. Bukannya nyuruh dia mutusin Nayla, itu artinya sama aja kamu niat pengen ngerebut dia dari Nayla." ucap gw perlahan takut salah ngomong lagi. Bahaya dicubit men.

"Hmm, tapi kan, Bang..." dia ragu "aku sayang sama dia, soalnya dia perhatian banget sama aku."

"Ya tetap aja, nggak boleh gitu, kan sebelumnya tu statusnya dia pacarnya temanmu, teman kamu loh itu." ucap gw senyum dan menatapnya.
"Ingat, Nyuk, karma itu selalu ada. Kan kamu mau aja nerima dia sebagai pacarnya dia, sedangkan dia pacarnya temanmu, nah bisa saja dia pacaran juga sama cewek lain dengan alasan yang sama ketika dia nembak kamu." ucap gw. Kali ini dia tersenyum.

"Hmm, iya deh, Bang. Hehe, makasih yah, Bang!" kini dia tersenyum.
"Kamu memang selalu yang terbaik, Bang! Hehe, walaupun aku ceritanya cuma ngarang tadi. Hehe"

//oke.
pointless...
Cewek bisa sepandai itu main drama.

Ya intinya yang pengen gw sampaikan itu, ketika kita nanam bibit pohon, lama-lama pohonnya gede, berbuah durian, duriannya jatuh, kena kaki, sakit, berdarah, masuk rumah sakit, bayar uang obat, minum obat, sembuh. Kemudian nanam bibit lagi...
EH TIDAK.

Karma itu ibarat bola salju, kita lemparnya kecil, tapi makin lama makin gede.
emang udah pernah liat salju? <-- suara syetan imut.
ya belum lah kampret! <-- ini suara gw

Gitu, deh, seperti hukum di pelajaran fisika juga
AKSI = REAKSI

Tips Liburan Murah (absurd)

Setelah sekian lama blog ini gw tinggalin, dan kini sedang haus belaian (blognya), akhirnya gw punya kesempatan deh untuk ngebelai blog ini sekaligus ngasih Tips Liburan Murah Meriah buat jombs-jombs sekalian nan tampan dan cantik.

Tips Liburan yang bakal gw bagiin ini pasti anti-mainstream dan dijamin murah meriah, nggak cuma untuk liburan di Bali, tapi hampir di seluruh wilayah di Indonesia (aaah).. *tepuk tangan dulu*

Right, pertama sebelum baca sampai akhir, tips ini khusus buat pelajar / calon mahasiswa ya jombs, *catet*

Tips liburan murah versi pelajar nih ye :
Pertama : Usahain muka lo tampan/cantik lo punya nilai pas ke atas di sekolahan.

Kedua : Daftar sebagai penerima behasiswa di lembaga-lembaga penyedia behasiswa, gw saranin sih daftar di lembaga milik negaraah tercintah inih. Misalnya, ya Bidikmisi, gaes!


Ketiga : Belajar serius biar lulus UN dan lulus dari sekolahan menengah ke atas, eh sekolah menengah atas atau sederajatnya.

Keempat : Ikutan SNMPTN. Nggak lolos? Ikutan SBMPTN,
Untuk ikutan SBMPTN, lo kudu belajar lebih giat, gaes, biar masuk ptn/pts yang lo paporitin sewaktu sekolah. Atau jalur lain yang masih tersedia di kampus paporit lo itu, ya gaes! Cemumuuudth

Kelima : Setelah keterima, daftar ulang di ptn/pts yang lo lulus itu. JANGAN SAMPAI LUPA, catet!

Keenam : Jadi mahasiswa/i unyu nan manis di ptn/pts itu. Ikuti aturan yang ada.
additional*Mahasiswa only, usahain ga dapet C, gaes! (dengar dari teman)*

Sekian, itulah tips absurd yang bisa gw bagi untuk lo yang masih unyu-unyu dan mau LIBURAN DENGAN MURAH MERIAH hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Liburan sambil kuliah kan bagus, gaes.
Eh, kuliah sambil liburan. :v

Rite?

Useless? oke, maafkan daku!

Pengikut

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams