Distraction

Hey..ho.. guys.

I warn u before read till the end, maybe u'll spend about 5 minutes ur time to read this post which is I think not so important for you.
So, if you want to leave, leave now.

So, let's read....

Beberapa waktu lalu, aku mencoba untuk fokus dalam satu bidang untuk mendalami hal yang kusuka. Waktu itu, aku mendapatkan pinjaman "RAM" dari temanku, nah dengan kabar itu, dengan sangat semangat aku telanjangi si Lepi dan segera memasukkan RAM. Sangat senang kurasa.

Dengan semangat pula, aku langsung mengenakan segala kancing si Lepi dan mencoba menghidupkannya, dan............ *tadaaaa*
si Lepi nggakmau hidup. Mungkin dia merasa dianiaya? Kurasa tidak.

Terpaksa aku bongkar lagi si Lepi, aku periksa lagi satu-persatu siapa tau aku kelupaan atau ada organnya yang tidak tersambung dengan baik, setelah kuperiksa dan kurasa tidak ada yang salah, kembali kupasangkan kancingnya dan menekan tombol Hidup si Lepi lagi, hasilnya?
TETAP NIHILLL!!!!!!!!!

Galau...?
Banget....

Merasa letih, kutinggal tidur si Lepi kira-kira 4 jam. Setelah 'ku terbangun kucoba lagi telanjangi si Lepi dan
*taraaaaa*
aku coba bongkar kembali RAM yang aku masukkan tadi kemudian memasukkannya kembali dan mencoba menyalakan si Lepi tanpa memasangkan kancingnya, dan hasilnya.....
HIDUP!!
Setelah hidup, aku baru pasang kancing si Lepi deh.....

So, now to the stories.......

Jadi, setelah beberapa lama pura-pura sibuk dengan perkuliahan yang dilanjut dengan tidur berkepanjangan sehabis kuliah,gw berpikir untuk melanjutkan kesukaanku untuk menekuni si Corel Draw ataupun saudara jauhnya si Photoshop.
Jadi untuk menekuninya lagi, gw coba-coba cari video tutorialnya di yutub, sekalian liat2 hasil para mastah yang lebih yahud gitu. Namun sangat disayangkan sekali pemirsa *oke lebay*, waktu nyari tutorial Photoshop inilah gw baru mulai mengalami yang namanya Distraction.
Yap!
Jadi yang pertama gw cari di yutub itu adalah musik, alasannya sederhana, biar ga bosen liat tutorial yang kebanyakan ngomongnya.
Hap!
Setelah nge-set playlist, gw baru cari dah video tutorial Photoshop, 1, 2 video gw skip karna kurang tertarik.
Tap!
Video ke tiga, yang gw tonton bukan video tutorial Photoshop lagi, this was the real distraction, gw malah nonton tutorial After Effect. Yap! Saudara kandungnya si Photoshop.

Setelah nonton tutorial After Effect ini, gw mulai suka dan mulai pelajari seluk-beluknya. Oh iya, gw langsung coba juga sesuai tutorial dengan improve sedikit, dan..................... ternyata nggak semudah yang gw bayangkan, hasilnya kasar. Sakit di mata.

Gw menyerah? Nggak!

Gw coba lagi biar Semooth di dan enak di mata, hasilnya? Cek this out >> KLIK

Selang beberapa hari gw pelajari lagi si After Effect ini, distraksi (mungkin) baru datang, pinjaman RAM tadi harus segera gw kembalikan, yap! si pemilik seutuhnya memintanya kembali. Sedih? Nggak
Hanya saja gw harus berhenti mendalami si After Effect ini. Kenapa? Karena si Lepi gw nggak cukup tangguh tanpa si RAM pinjaman itu untuk berjalan dengan si After Effect. 

Nggak putus asa, gw coba lagi untuk belajar membuat vektor dengan photoshop. Yap! 
Tapi nggak mulus juga, another distraction, tiba-tiba mood hilang atau gangguan lainnya yang tiba2 ditagihin tugaslah, anu lah, itu lah,dan itu saat gw ngerjain vektor itu.

Tarik nafas....

Oh ya, ini beberapa hal yang sempat gw kerjain..





dan lu bisa liat sendiri kan kalo itu semua masih penuh kekurangan, gw sedih..

oh ya, yang masih bingung apa itu Distraction, jadi Distraction/distraksi itu sejenis kata yang menuju ke arti "Gangguan".
CMIIW

You have any solution?

My Mom Has Five Superheroes

Hello guys, with me again. :v

This story is about love story that my Mom had ever told to me when I was a child.
Ok karena gw baik demi kesehatan mata kalian juga, gw ceritanya bahasa Indonesia aja. Muehehe..

This was the stories...
Aku adalah seorang siswi di salah satu SLTP Negeri di daerahku. Ya, sama seperti siswa-siswi lainnya, masa roman dimulai saat aku masih menduduki masa-masa ini. Hatiku tertaut pada seorang siswa yang kala itu tubuhnya tinggi jenjang namun sedikit kurus, eh tidak, mungkin memang bisa kukatakan kurus.
Tapi cerita itu tak semudah itu, ya, karena aku adalah seorang siswi yang cukup populer, dengan paras bak Nike Ardilla.
Muehehe...
Dengan suara yang juga sering kupamerkan melantunkan alunan indah yang juga dari Nike Ardilla. Banyak laki-laki yang kala itu diam-diam mengirimkan surat untukku. Baik itu melalui temanku, pura-pura meminjam bukuku atau bahkan melalui adikku. Beribu gombalan yang begitu indah namun hanya membuatku tersenyum lucu, iya lucu, bagaimana tidak, dari sekian banyaknya surat yang aku terima, tak satupun menaruhkan nama di kertas tersebut.

Sejauh ini tidak ada yang berbeda dari hari-hariku sebelumnya di sekolah hingga aku bertemu dengan seorang siswa yang tinggi jenjang namun badannya kurus. Dia adalah seorang siswa yang lihai memainkan bola voli di lapangan sekolah, dia juga adalah orang yang sangat ramah kepada siswa-siswi lainnya, hampir setiap orang mengenalnya dengan senyumnya yang khas dan tawaran bantuannya setiap melihat orang lain. Entah apa yang membuatku tertarik dengannya. Namun, ah sungguh tak mungkin aku mengungkapkannya kepadanya lebih dahulu.

Dia terlihat sama sekali tak tertarik denganku karena apa yang dia perlakukan untukku, tak sanggup untuk membuatku merasa GR, karena itu juga didapatkan orang lain darinya.

Namun tak berhenti sampai disitu, waktu demi waktu, kami semakin dekat. Mungkin, banyak orang yang tak menyangka, Si Tinggi Kurus itu bisa dekat dengan perempuan yang cukup populer ini. Tak bisa kupungkiri, dia orang yang cukup membuatku tersipu malu saat berada di kamarku.
Era itu, kami tidak berpacaran, there's no that sh*t pada zaman itu, kami hanya saling menjaga perasaan satu sama lain, dan mungkin memang begitu adanya saat itu. Namun semua tak begitu mudah, banyak yang tidak suka dengan kedekatan kami, banyak juga pria yang tak putus asa untuk mengejarku meski telah melihatku dekat dengan Si Tinggi Kurus itu. Cacak seperti lambang tergadai, tak ada yang bisa memisahkan kami.

Saat itu kami bisa dekat saat di sekolah, namun tidak halnya untuk apel ke rumahku. Karena aku tidak akan diijinkan untuk memadu kasih oleh kedua orangtuaku. Kami bisa keluar bersama hanya jika bersama dengan teman-teman yang lainnya, dan kecurigaan dari orangtua ku hilang, good idea. Kadang kala, dia datang ke rumah menjemputku, eits, tapi tak semudah itu. Dia tidak menjumpai kedua orangtuaku, good!, jangan ditiru. Dia sudah tahu dimana letak kamarku, entah darimana, mungkin dari adikku. Dia mengetuh pintu jendelaku, setengah berbisik setengah teriak, dia memanggilku. Awalnya aku bingung entah siapa yang memanggilku, aku membuka jendeka dan ......... ternyata dia. Haha. Dan selanjutnya, cus, aku berlari ke arah pintu dan menutupnya, lalu kumenuju jendela lompat keluar, dan pergi dengannya sekedar berbincang. Haha, that was so vintage and ...


Hingga sampai saat masa-masa perkuliahan, kami terpaut oleh jarak antar-kota yang kala itu bisa dikatakan sangat jauh. Bagaimana tidak, dulu kendaraan adalah hal yang sangat mewah, bahkan untuk motor kala itu tidak masuk kebutuhan primer, sekunder bahkan tersier,  mungkin motor masuk ke bagian kebutuhan kuarter, yang tidak dibutuhkan untuk kelangsungan hidup.
Dengan jarak yang sangat jauh ini, dia tidak semenyerah itu, dia naik motor bututnya (kini) yang begitu keren pada jamannya untuk mengunjungiku.
Aku sangat bahagia sampai tak terkatakan. R O M A N T I S ! ! !

Percayalah juga, tak begitu mudah memadu kasih saat itu, banyak hal yang mungkin saja dapat mengganggu perasaan, namun semua itu tak berarti apa-apa ketika dua hati yang terpaut jarak sekalipun saling menjaga.
Hilang di mata, di hati jangan.
Walaupun berjauhan, namun jangan pernah dilupakan.

Right, that was the stories.

sfx : Untuk Mama - Trio Ambisi
cipt: Rinto Harahap


Dan sekarang, si Mak nggak secerita dulu lagi.
Kadang, aku berpikir kalau Si Tinggi Kurus Senyum Tampan yang pernah Mak ceritakan dulu itu nggak baik, aku berpikir dia adalah orang jahat, karena dia tidak setia, dia meninggalkan si Mak. Namun ternyata aku salah, hanya saja Tuhan lebih sayang dengannya.

Mak, maaf kalau jagoanmu belum punya kekuatan super untuk membahagiakanmu.
Kami juga masih meminta doa dan dukunganmu untuk selamanya, Mak.
Karena tidak ada SUPERHERO tanpa ibu yang melahirkannya ke dunia ini.
Dan, kau tetap yang terindah, tetap cantik meski nanti kulit dengan keriput di wajahmu.

my wonderwoman

Ketika Seseorang Mendapat Balasan

Halo gaes, jombs...
Kali ini ngomongin tentang balasan (reply/feedback, atau sejenisnya), tentunya mayoritas kita suka jika apa yang kita lakukan berbuah di kemudian hari. Nah ngomong-ngomong tentang buah dada dari tindakan kita tersebut, itu bergantung pada apa yang kita lakukan (aksi / action).



Gw pengen ngomongin ini karena baru aja teman gw curhat tentang si Joni, teman si Rino temannya teman gw, si Lulu ini. Jadi si Lulu cerita begini,

" Bang, sebenarnya cerita ini nggak ada hubungannya sama Joni dan Rino. Tapi, Bang, aku lagi nggaktau mau cerita sama siapa.
Jadi dulu itu, temanku Nayla, pernah pacaran sama Ucok...
" ucapnya sambil tunduk. Menatap hampa ke bawah.

" Hmm, trus? " tanya gw.

" Ih.. bawel, diem dulu, aku belum selesai ngomong" dia cubit lengan gw, "Jadi kan waktu itu kan Nayla ngenalin pacarnya Ucok samaku, Bang. Nah awalnya sih, aku biasa aja. Tapi, lama-kelamaan si Ucok ini sepertinya perhatian sama aku, aku jadi agak gimana gitu, sepertinya aku suka sama dia." ucapnya ragu.

"Loh!? Tapi kan .... awww.. sakit" Belum selesai ngomong, gw langsung dicubit lagi.

"iih! Udah dibilangin diem dulu. Aku gakmau cerita lagi ah sama, Abang!" dia manyun.

"yaya deh, maaf, ni aku diem, lanjut deh ngomong." gw senyum meyakinkan dia.

"Nah, iya aku lanjut cerita. mmm..." dia ragu, kali ini gw cuma diam mencoba menyimak yang dia akan ceritakan. "Awalnya sih aku sedikit menjauh, kan dia pacarnya teman aku. Tapi kan, Bang, namanya cewek, lama-lama hatinya akan luluh kalau diberi perhatian terus sama cowok." dia tersenyum malu.
"Jadi, aku mulai suka gitu sama dia, Bang, walaupun dalam hati aku masih sedikit ragu karna ngingat statusnya dia tadi, pacarnya Nayla. Sampai suatu waktu itu, Bang, 2 bulan yang lalu..." dia kelihatan bingung lagi.

"Jangan bilang kamu hamil! Apa!? Kamu hamil?" Tanya gw pura-pura syok. (iih! gw syok cyin!)

"Iya aku hamil, makan nih hamil! nih! nih!" gila, serangan cubitan diluncurkan ke seluruh permukaan kulit eksotis gw.
"Nggaklah, Bang! Kemarin itu, 2 bulan yang lalu, dia nembak aku, Bang. Di satu sisi, aku senang, tapi di satu sisi lagi aku takut karna udah merebut dia dari temanku sendiri." ucapnya sedikit manyun.

"Trus? Kamu jawab apa waktu dia nembak kamu?" tanya gw.

"Aku bilang ke dia, aku mau jadi pacarnya kalau dia udah putus sama Nayla. Nah, waktu itu, dia bilang kalau mereka udah putus sekitar 3 minggu lalu..... " sejenak dia terhenti dan menarik nafas dalam- dan keluar dari pantat kembali melanjutkan ceritanya, "Nggaktau kenapa, aku langsung aja percaya sama dia. Hehe, namanya juga cinta ya, Bang?" Tawanya namun sedikit berkaca-kaca kini matanya.

"hmm, trus?" tanya gw berusaha tidak mengganggu mood nya untuk bercerita.

"Ih! kok gitu doang sih? Bukannya malah nenangin aku, malah cuek gitu!" ucapnya lagi manyun.
Gw sempat kesal jombs! Banyak nanya, salah. Nanya secukupnya, salah.
(Who run the world? Girls!) <--- suara setan

"Iya, iya. Kamu jangan sedih, lanjut dulu ceritanya." ucap gw dan menyeka air matanya yg sedikit menetes. Dia tersenyum.

"Jadi waktu itu, aku terima dia jadi pacarku, Bang. Kami sangat bahagia. Dia sering ngasih aku upil hadiah. Hehe... dia juga sering ngajak aku makan bareng." dia kembali tersenyum cerita.

//Kali ini gw benar-benar bingung, cewek emang gitu kali ya? bisa senyum dan manyun dalam jeda waktu yang sangat singkat.//

"Tapi..." dia terlihat manyun lagi, "setelah 5 minggu pacaran, perlahan perhatian dia itu berkurang, Bang. Dia mulai jarang ngajakin aku makan, jarang ngasih aku kabar... " dia terhenti, tertunduk manyun.
Gw perhatikan dia sedikit menyeka air matanya, gw bingung terdiam.

"Awalnya sih aku biasa aja, Bang. Aku berusaha berpikir kalau dia hanya sedang sibuk atau mungkin kelelahan. Hehe.. Tapi nggak.." dia tersenyum namun matanya masih berkaca-kaca.
"Jadi terakhir dia ngajak aku makan malam bareng. Jadi waktu nunggu pesanan datang, dia ke toilet, dia ninggalin hpnya. Aku sih nggak curigaan sama dia, nggak nyentuh hpnya sama sekali. Tapi...." dia mencoba tersenyum namun sudah sedikit sesunggukan menahan air matanya.

Gw nggak bicara, hanya mencoba menenangkannya dan mengusap-usap rambutnya.

"Tapi, Bang, sekembali dari toilet, sewaktu makan itu, kami tuh sambil ngomong. Dan tiba-tiba, dia jujur samaku kalau dia dan Nayla belum putus, dah gitu, dia juga punya cewek lain, namanya Ri*na... huft..." dia sedikit mengambil nafas lagi, "Aku sih waktu itu pura-pura tegar, Bang, tersenyum. Namun hati aku ga bisa bohong, tetap aja air mataku netes gitu aja." Kali ini air matanya beneran nyucur, gw seka air matanya.

"Trus, habis ngomong gitu, dia minta maaf dan ninggalin aku sendirian... hiks" dia bercerita sambil sesunggukan dan air mata yang tetap menetes.

"Hmm.. trus sekarang gimana?" tanya gw sedikit kaku karna takut salah nanya.

"Ya gitu, kami nggak ada hubungan apa-apa lagi, Bang, kalau sama Nayla nya, aku nggak cerita dan nggak nanya apa-apa tentang pacarnya itu." dia sedikit memaksakan untuk tersenyum.

"Yah, kalau menurut aku sih, Nyuk (panggilan gw ke dia), kamunya yang salah. Dulu kamu udah tau kalau dia itu pacarnya Nayla dan kamu gampang aja percaya sama dia. Kamu terlalu gampang percaya sama orang yang baru kamu kenal. Trus, kamu juga harusnya bukan ngasih syarat gitu sama dia, harusnya tu kamu minta dia agar buktiin kalau dia benar-benar tulus dan sayang sama kamu. Bukannya nyuruh dia mutusin Nayla, itu artinya sama aja kamu niat pengen ngerebut dia dari Nayla." ucap gw perlahan takut salah ngomong lagi. Bahaya dicubit men.

"Hmm, tapi kan, Bang..." dia ragu "aku sayang sama dia, soalnya dia perhatian banget sama aku."

"Ya tetap aja, nggak boleh gitu, kan sebelumnya tu statusnya dia pacarnya temanmu, teman kamu loh itu." ucap gw senyum dan menatapnya.
"Ingat, Nyuk, karma itu selalu ada. Kan kamu mau aja nerima dia sebagai pacarnya dia, sedangkan dia pacarnya temanmu, nah bisa saja dia pacaran juga sama cewek lain dengan alasan yang sama ketika dia nembak kamu." ucap gw. Kali ini dia tersenyum.

"Hmm, iya deh, Bang. Hehe, makasih yah, Bang!" kini dia tersenyum.
"Kamu memang selalu yang terbaik, Bang! Hehe, walaupun aku ceritanya cuma ngarang tadi. Hehe"

//oke.
pointless...
Cewek bisa sepandai itu main drama.

Ya intinya yang pengen gw sampaikan itu, ketika kita nanam bibit pohon, lama-lama pohonnya gede, berbuah durian, duriannya jatuh, kena kaki, sakit, berdarah, masuk rumah sakit, bayar uang obat, minum obat, sembuh. Kemudian nanam bibit lagi...
EH TIDAK.

Karma itu ibarat bola salju, kita lemparnya kecil, tapi makin lama makin gede.
emang udah pernah liat salju? <-- suara syetan imut.
ya belum lah kampret! <-- ini suara gw

Gitu, deh, seperti hukum di pelajaran fisika juga
AKSI = REAKSI

Tips Liburan Murah (absurd)

Setelah sekian lama blog ini gw tinggalin, dan kini sedang haus belaian (blognya), akhirnya gw punya kesempatan deh untuk ngebelai blog ini sekaligus ngasih Tips Liburan Murah Meriah buat jombs-jombs sekalian nan tampan dan cantik.

Tips Liburan yang bakal gw bagiin ini pasti anti-mainstream dan dijamin murah meriah, nggak cuma untuk liburan di Bali, tapi hampir di seluruh wilayah di Indonesia (aaah).. *tepuk tangan dulu*

Right, pertama sebelum baca sampai akhir, tips ini khusus buat pelajar / calon mahasiswa ya jombs, *catet*

Tips liburan murah versi pelajar nih ye :
Pertama : Usahain muka lo tampan/cantik lo punya nilai pas ke atas di sekolahan.

Kedua : Daftar sebagai penerima behasiswa di lembaga-lembaga penyedia behasiswa, gw saranin sih daftar di lembaga milik negaraah tercintah inih. Misalnya, ya Bidikmisi, gaes!


Ketiga : Belajar serius biar lulus UN dan lulus dari sekolahan menengah ke atas, eh sekolah menengah atas atau sederajatnya.

Keempat : Ikutan SNMPTN. Nggak lolos? Ikutan SBMPTN,
Untuk ikutan SBMPTN, lo kudu belajar lebih giat, gaes, biar masuk ptn/pts yang lo paporitin sewaktu sekolah. Atau jalur lain yang masih tersedia di kampus paporit lo itu, ya gaes! Cemumuuudth

Kelima : Setelah keterima, daftar ulang di ptn/pts yang lo lulus itu. JANGAN SAMPAI LUPA, catet!

Keenam : Jadi mahasiswa/i unyu nan manis di ptn/pts itu. Ikuti aturan yang ada.
additional*Mahasiswa only, usahain ga dapet C, gaes! (dengar dari teman)*

Sekian, itulah tips absurd yang bisa gw bagi untuk lo yang masih unyu-unyu dan mau LIBURAN DENGAN MURAH MERIAH hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Liburan sambil kuliah kan bagus, gaes.
Eh, kuliah sambil liburan. :v

Rite?

Useless? oke, maafkan daku!

Dont Break My Heart

Sebelum mulai, mari set dulu lantunan untuk mendukung suasana ceritanya. Hehe, karena kali ini rasanya sedikit freak. Ya meskipun gak jarang tulisannya memang gitu, sih. Hahaha
Nih, pasang lagu The Scientist - Coldplay
*sfx : Coldplay - The Scientist

mulustrasi
mulustrasi
 
Pernah suatu waktu aku mengasihi seorang perempuan. Bermula ketika aku tidak sengaja menaruh hati kepadanya. Tapi, semua tak seindah awal dan akhirnya, memang.

Aku memulai hubungannya bukan karena dasar aku telah menaruh hati kepadanya, semua hanya berawal dari rasa inginku memiliki status. Namun, tak ada juga niatku untuk mempermainkan perasaannya, karena kala itu aku percaya bahwa rasa itu akan ada ketika kita telah menciptakannya sendiri, rasa, sayang yang kumaksud, BUKAN rasa tertarik yang timbul karena rupa ataupun penampilan.

Waktu itu, aku tau bahwa dia baru saja melepaskan kekasihnya, entah itu dia berpikir logis atau emosional, mereka bertingkah seorang mereka masih kanak-kanak, namun memang begitu.

"Hai. :)" sent to Ria.
"Hai juga. :)" from Ria
"Apa kabar?"
"Puji Tuhan sehat, kamu gimana?"
"Baik juga. Hehe."
"Kamu udah makan?"
"Udah, kok, kamu?"
"Udah juga sih, hehe.."
"Hmm, boleh nanya?"
"Ya, silahkan, mau nanya apa?"
"Tapi jangan marah, ya? Hehe"
"Iya nggakpapa, kok. Tanya aja."
"Kamu beneran udah udahan ya sama dia?" tanyaku hati-hati memilih kata.
"Ooh, gitu deh."
"ooh, maaf ya nanya gituan. hehe"
"Iya, nggakpapa, kok."
"Kok bisa ya? Kan baru itu." selidikku ingin tau tentang dia.
"Ya gitu deh, mungkin dia udah dapat yang lebih baik." kemudian dia cerita lagi sebab mereka udahan.
"ooh, tapi kan kamu udah baik..." blablabla....

Kemudian begitu, semenjak aku tau bahwa dia udah selesai dengan anunya, aku lebih sering menghubunginya sekedar nanya kabar dan basa-basi.

Sampai suatu waktu, aku menyatakan cinta kepadanya. Meskipun saat itu tidak ada cinta yang kurasakan, entah kenapa, saat itu juga, dia mengiyakan keinginanku menjadi kekasihnya.

*flashback*
Hal itu dia iyakan bukan karna kami kenal saat itu juga. Aku udah mulai menghubunginya bahkan sebelum mereka juga memulai cerita mereka yang mungkin terhenti saat itu. Begitu, aku bahkan sudah mulai mendekatinya meskipun sekedar basa-basi.
Namun, aku berhenti mendekatinya setelah aku mendengar kabar kalau dia sudah punya penjaga.

Awal dia mengiyakan menjadi kekasihku, aku lebih sering menghabiskan waktu dengan ponselku. Karena perantara ponsel kami dapat berkomunikasi.
Lama-kelamaan, aku makin sering menghabiskan waktu dengan dia, terasa indah saat itu.

Sampai suatu waktu, rasa bosan tiba, banyak permasalahan muncul, perbedaan pendapat ini dan itu, semua berubah, tak semanis awalnya. Aku mulai jenuh, aku memenangkan keegoisanku.
Kini yang berbicara dipikiranku hanya logika semata untuk memenangkan kejenuhanku. Logikaku menyalahkan dia sebagai penyebab kejenuhan itu.

Akhirnya, aku mengakhiri hubungan itu tanpa suatu alasan yang jelas (menurut dia), namun sangat logis alasanku (logikaku menentang). Semua berakhir, bahkan rasaku bisa hilang entah kemana, tak lagi ada rasa yang menggebu-gebu saat ingin bertemu dengannya seperti sedia kala.

Ah, semua berakhir. Kini ku sesali. Bukan, bukan perpisahan yang kusesali, yang kusesali hanya logikaku, harusnya, aku mengakhiri rasa dengan rasa (emosional) bukan dengan rumus (logika).

Karna yang diawali dengan rasa, diakhiri dengan rasa, akhirnya juga rasa.
Karna yang diawali dengan rasa, diakhiri dengan rumus, akhirnya hanya ketidak-aturan.

Andai saja, bisa kuulang waktu untuk memperbaiki perpisahan itu.
Tapi, waktu tetaplah waktu yang udah ditetapkan dengan rumus namun dipenuhi dengan rasa.
Tidak ada yang bisa diubah dari waktu itu, kecuali rasa yang memenuhinya.

Kenangan adalah rasa, sifatnya semi-reversible, dapat kamu kenang kapan saja. Namun karena waktu yang bersifat irreversible, kenangan itu tidak dapat kamu kembalikan seperti sedia kala.

Jangan Terlalu Diseriusin

Biar nggak terlalu serius, nggak tegang anunya, sarafnya, kita stel dulu lagu pengantarnya,
sfx : Bossanova Jawa - Bocah Ndeso


Selamat malam we para koncoku, rindu sudah lama 'ku tak menulis untukmu yang tercinta. haha
Aku lagi sibuk we, sibuk kuliah. Menikmati aroma yang sering kali mampir ditiap hirupan udara itu, entah aroma apa itu, aroma yang tak pantas dicium para kandidat pengembang pangan Nusantara ini, aroma yang juga sungguh membantu perut ini untuk tetap berpuasa.
EH, nggak sih sebenarnya, aku hanya pura-pura sibuk dengan rutinitas ke kampus hijau muda katanya itu. entah lah, skip.

Nah jadi gini ceritanya,
Aku asik memainkan game yang baru kuunduh di batang-ajaibku ketika dosen sedang sibuk mendengarkan segelintir manusia yang sedang menunjukkan hasil kerja 1orang kelompok sisanya mereka.
Nah, waktu itu, kurasakan pedih di mataku, entahlah, mungkin terlalu lama aku menatap layar batang-ajaibku itu. Sejenak, aku mengalihkan pandanganku dari batang-ajaibku itu, lalu mengangkat kepala memperhatikan orang yang sedang berbicara menggantikan dosen itu,

"ah, tidak menarik", pikirku.

Lalu kualihkan perhatianku menuju wajah-wajah tak berdosa di ruang kelas itu, dan. . . . . . .
tidak ada yang menarik.
Hmm..

Eh kayaknya ada, iya ada, aku memperhatikan seorang gadis yang hampir tidak pernah kusadari keadaannya di ruang itu, sejanak pandanganku berhenti di wajahnya,

"manis", gumamku.

Sehabis kuliah aku mencoba mendekatinya,

"hai, aku gan.." sapaku memperkenalkan diri.
"hai, aku wit." jawabnya tersipu malu, pipinya memerah.
"kamu mau pulang?" tanyaku polos tak bersalah.
"iya, hehe" jawabnya masih malu-maluin, eh malu.
"oh ya, aku anterin mau?" tawarku senyum sumringah penuh arti.
"eh nggak usah, aku barang temanku" jawabnya dengan ekspresi terkejut.
Duh, melihat ekspresi terkejutnya ngegemesin.
"manis" pikirku aku tersenyum.

"woi, mpret, ngapain senyum-senyum?" suara mengejutkanku

ah, sial, hanya anganku.
Ternyata aku nggak segentle itu, aku nggak punya nyali, mak.
Mak, anakmu dipecundangi gak brani kenalan sama cewek.


*pulang*

Aku beranikan ngomong dengan gadis tadi, eh nggak deh, aku nggak ngomong, aku cuma ngechat dia duluan.

Mak, aku dipecundangi lagi karna cuma ngemodusin lewat chat.

"hai, wit :)" to Wit
5 menit belum dibalas, 10 menit, 30 menit, sejam, 2 jam belum dibalas juga.
esok harinya, ting nung, bunyi batang-ajaibku itu.

"hai juga, gan" jawabnya.

"yaaaay!!!! dia tau namaku" seruku dalam hati tante girang.
"iyalah tau, itu kalau chat ada namamu diatas, bego!" tiba-tiba suara aneh dipikiranku menyadarkanku. galau lagi.
karena bingung, aku nggak balas lagi pesannya.

Kemudian begitu sampai 2 bulan berlalu, hanya chat begitu, tak maju-maju.

Sampai suatu saat tak mampu aku menahan birahi rasa di dadaah, aku menyampaikan yg kutau kepadanya.
Hmm, no respon, koncoku..

sampai suatu waktu timbul makna dari kata friend-taklebih-zone sesungguhnya. Dan karna aku pria gentle yang tidak memaksakan kehendak sendiri, aku merelakannya.
Hmm

PRIA GENTLE TIDAK MEMAKSAKAN KEHENDAK SENDIRI.

Dan sesuai keinginannya, teman baru pun muncul.


Lalu, karna tidak memaksakan kehendak sendiri, akupun berhenti.
Sekian.. koncoku :*


My own way

I found myself in strange place
Aku memijakkan kaki di jalan baru, jalan yang kurasa sangat aneh. Sebelumnya, kukira jalan ini hanya akan kujalani sementara dan akan ada jalan untuk kembali. Aku tak pernah menduga akan menjadi seperti ini, aneh. Aku berada di tempat yang tak pernah kuinginkan, sungguh, kini 'ku kira diriku berada di jalan yang salah, harusnya aku berada di jalan lain.
Ingin 'ku kembali ke jalanku yang sebelumnya, namun, terlambat sudah, tak ada jalanku untuk kembali kecuali aku menyusuri jalan ini sampai ujungnya, meski 'ku tak tau jalan ini punya ujung atau tidak.

Desperate
Ingin ku berhenti berjalan, menyerah, berharap ada jalan kembali, namun tidak, aku salah besar.  Jalanku kembali hanya ada di ujung jalan ini, katanya. Benarkah? Aku tidak yakin, sepenuhnya.

Obliged
Mau takmau, kini harus kujalani jalan setapak ini, yang dulu kurasa jalan ini sangat lebar dan indah, ternyata hanya ilusi, sungguh ini jalan yang sempit dan buruk.(Like i'm gonna lose my mind)
Dan kini kusadari perlahan, aku harus tetap melangkah, dan berharap jalan ini cepat usai.

I found myself in front of you
Ketika ku mulai akan menikmati jalan ini, aku melihat segelintir senyuman yang membuatku addicted dan merasa dahaga berkepanjangan. Kini, otot-otot di pipi indah itu, yang menyimpulkan senyum itu, menjadi obat yang sangat ampuh bagiku, tentu saja, untuk menjalani jalan yang KUKIRA salah ini.
Kusadari kini, aku mendapati diriku tengah berada disekitarmu, ah tidak, tepatnya berada di bawah pengaruhmu, mungkin.

I'm addicted
Ku jalani jalan ini tanpa berharap jalan ini cepat usai, tetapi berharap jalan ini akan tetap ada sampai waktunya tiba sendiri untuk usai, jalan ini bukan lagi jalanan yang sempit, akan tetapi hanyalah suatu waktu yang disengaja untuk menunjukkanku "the real show", gulungan bibir indah itu.

I wanna get myself close to you
Semakin kini ku berjalan dan melewati waktu ini dengan tetap menikmati "my special drugs", semakin ku ingin waktu itu tak berlalu, terlalu naif, memang. But what i've to do? Just expexting some magical things happen. Aku hanya ingin 'tuk tetap melewati batas ruang dan waktu bersamamu (si pemilik senyum indah itu)

Am I crazy?
Exactly, yes. Aku tak peduli apa yang akan orang katakan tentangku, mungkin,
"Bak air di daun talas",
tapi mereka hanya berkata sesuai dengan apa yang mereka lihat, bukan apa yang kurasakan dan kupikirkan. Kini ku hanya menetapkan jalanku yang kurasa terpaksa (dulu) namun harus ku nikmati (sekarang).

"Do not believe in girl, just make them believe in you."

Pengikut

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams