Samuel XtO

Damai-mu


Aku penuh tanya,
Tentang apa dan siapa
Bagaimana aku di waktu nanti.

Aku berkelut dengan diri,
Berdebat salah dan benar
Putusan yang telah lalu.

Damai tak ingin muncul,
Seakan kau mencurinya
Tanamkan jauh dalam dirimu.

Kucoba ambil damai,
Kau tersakiti
Damai melekat padamu.

Pikiran menjelma rana,
Aku ingin miliki damai
Namun tak ingin menyakiti.

Aku mulai sadari,
Damai mengikut padamu
Kapan dan dimana kau berada.

Kau harus kukejar,
Kujadikan kau milikku
Damaiku ada padamu.

Baper

Agaknya pikiranku sedikit gusar
Kata-kata mereka menari di pikiranku, pusing.

Kata mereka, "jangan baperlah, gitu doang"
Sesaat setelah aku merespon pernyataan yang menurutku keliru.

Entah miris atau lucu,
Pikiran dan perasaan terlalu kompleks untuk itu
Menggeneralisasikannya dengan 'baper' menurutku keliru.

Respon seseorang mungkin karena ada yang salah,
Atau mungkin karena tidak sesuai dengan idealisme orang itu.

Lagi pula, tidak salah bila manusia menggunakan perasaan
Bila saja respon ketersinggungan semudah itu dikategorikan 'baper'
Aku rasa sudah lama posisimu tergantikan android

Jiwa Yang Tersenyum

Suatu ketika, seperti biasa aku memilih untuk keluar sejenak dari kos barang sebentar atau lama untuk menghirup udara malam atau mungkin sekedar bertukar tawa dengan manusia lain dengan jiwa yang berbeda pula. Seperti biasa pula, aku memilih untuk bersila di sebuah warung yang belakangan ini sedang ramai dikunjungi kawan-kawan lain barang kali untuk menikmati seduhan kopi panas atau bahkan teh-susu dinginnya; kami sebut itu warung, walau si Ibu penjual lalapan bersikukuh menyebutnya angkringan, ah siapa mau memusingkannya, toh jiwa-jiwa itu berkumpul di sini untuk menikmati apa yang dia mau, dan lagipula kami sudah terlanjur akrab menyebutnya warung.


Di tempat ini, aku mengenal lebih banyak kawan dengan keunikan yang melekat dalam jiwa dan pemikirannya sendiri. Mulai dari perfeksionis sampai dengan yang apatis; ah tidak, mungkin apatis ini lebih cocok dicapkan untukku? ~mungkin begitu kata mereka. Perlu kamu ketahui juga, tak bermaksud apatis, hanya lelah disebut terlalu mencampuri urusan orang lain. Entah bagaimana pun, obrolan mengenai apapun akan melebur bersama mereka bahkan hanya untuk membahas beberapa peran dalam video game. Saling melemparkan candaan adalah hal yang paling wajib rasanya di tempat ini, bahkan kau bisa datang hanya untuk menenangkan hati dan juga perutmu yang sedang gundah.

Saat itu juga, aku mendapati seorang kawan yang sepertinya sedang menutupi kesedihannya, dia menyapaku saat aku dengan sengaja menghampirinya dan melemparkan senyumnya dan mencoba menjabat tanganku, pun kubalas jabat tangannya. Aku tak begitu pandai menghibur jiwa, tapi aku tahu dia sedang menutupi sesuatu dari rautnya. Tak berniat melihatnya larut, aku mengajaknya ngobrol dari hal nggak penting sampai hal yang lebih nggak penting lainnya. Tak lama, raut sedih di wajahnya seakan hilang tergantikan oleh sejuknya udara malam; Dari hal ini, aku berpikir bahwa seseorang tak perlu dihibur untuk menghilangkan kesedihannya, kita hanya perlu mengajaknya berbicara dan bersedia sebagai pendengar untuknya, dan melakukan ini menurutku adalah salah satu langkah berbagi kebaikan karna telah menggoreskan senyum di wajah kawanmu.

Harga senyuman, dengan komunikasi yang baik dan tulus, kok.

Maka, beranjaklah keluar dan berkomunikasilah dengan baik agar kau dapat mengukir dan melihat jiwa-jiwa tersenyum lainnya.

Trip ke Nusa Penida Part 2

Jadi, libur semester ganjil TA 2017/2018 kemarin gw habiskan dengan berlibur di pulau Bali, masih Indonesia kok.
Lalu, untuk mengisi waktu kosong gw dan teman-teman memutuskan untuk pergi ke Nusa Penida, ya seperti yang udah gw ceritain juga sih di part sebelumnya, nih! hehe
Lanjut nih, yak~!

Selasa, 16 Januari 2018.
Pantai Suwehan / Suwehan Beach
Yak, pantai ini adalah tempat tujuan kami selanjutnya sekaligus yang terakhir untuk hari ini. Perjalanan dari pantai Atuh ke pantai Suwehan ini memerlukan waktu sekitar 30-60 menit. Ya lumayan jauh deh ya, haha.
Kebayang nggak? Setelah naik-turun dari Pohon Molenteng lanjut lagi turun ke pantai Atuh, eh lanjut lagi ke Pantai Suwehan yang ternyata turunnya harus lebih memakan tenaga lagi daripada turun ke pantai Atuh. Sedih tapi penasaran, sedih karena ini kaki rasanya udah ga bisa gerak lagi, hahaha, dan juga penasaran kenapa sih orang-orang pada rela turun ke bawah itu dengan jarak yang nggak bisa dibilang rendah, belum lagi anak tangganya yang seakan tidak mau disebut anak tangga tapi pantasnya disebut  cicit tangga, jaraknya, cyin! kelewatan.


Pantai Suweha, Nusa Penida, Bali
Oh iya, dan lagi pantainya nggak langsung kelihatan dari atas nih karena sepanjang jalannya masih ketutupan sama pepohonan, ya jadi gitu, cocok deh ini pantai disebut hidden paradise, ehehe. Turun tangga dengan nafas yang ngos-ngosan dan pikiran dipenuhi kata "bentar lagi nyampe, nih!" sebagai penyemangat diri, hahaha.
Pantai Suwehan, Nusa Penida, Bali
Setengah perjalanan kita lalui, mulai nampak batuan, laut, dan pasir pantai yang begitu indah, ah, aku rasa pantai ini benar-benar belum terjamah dan untuk itu aku semakin ingin menjamahnya lalu meninggalkan bekas yang manis di memori. Jujur aja, rasa lelahku agaknya sedikit berkurang setelah melihat pantai itu walau anak tangga yang dilalui masih banyak. hahaha.
Sesampainya di bawah, di pantai Suwehan, takjub. Kembali tertegun dengan betapa indahnya ciptaan Tuhan ini, ah andai saja kau ikut denganku, mungkin kau akan sependapat denganku.
Batu-batu besar yang mungkin saja runtuhan tebing, kelihatan melengkapi keindahan pantai ini, lautnya yang benar-benar bersih, gulungan ombak kecil yang menyapukan jejak kaki di pasirnya yang begitu halus dan bersih.
Trus disana gw sempat menyusuri pantai ini, ada sebuah lubang bekas penyu untuk menetaskan telurnya dan cangkang telurnya yang telah melindungi kerentanan tubuh bayi penyu.
Eh tapi, bukan cuma hal yang indah deh ketemu di pantai ini, hehehe. Yak, ada bangkai perahu, yang ini entah seram, wajar, atau gimana deh.
ya tapi begitu deh, overall pantai ini juga harus kau jalani. Indah dia~

Rabu, 17 Januari 2018.
Hari ini, list pantai yang akan dikunjungi adalah PANTAI KLINGKING. Haha. Belum juga letih di kaki setelah menjelajahi beberapa pantai yang kemarin hilang, kita bakalan turun lagi nih ke pantai Klingking yang jalannya lebih WOW! Yang ini tangganya alami, dan juga lebih curam jalannya. hehe.
Pantai Klingking, Nusa Penida, Bali

Pantai Klingking nggak kalah indahnya deh ternyata, gulungan ombaknya juga nggak kalah seru.
Dari atas aja udah ketahuan kok kenapa banyak turis mau turun ke bawah walaupun jalannya curam begitu, hahaha. Dan pantai ini adalah list terakhir kita untuk dikunjungi di Nusa Penida.
So, itu singkatnya cerita aing di Nusa Penida. Makasih udah mampir, hehe.

Trip Ke Nusa Penida Part 1

Hola, netizen eh warganet tercinta.

Kamis, 18 Januari 2018.
Kemarin gw baru aja balik dari Nusa Penida, Klungkung, Bali. Yak, masih di sekitar Bali, kok. Sekitar Bali? Iya, karena sebenarnya dalam beberapa waktu terakhir ini gw tinggal di Bali sebagai mahasiswa (tampan) yang notabenenya adalah pengabdi kos yang buat gw jarang bahkan belum pernah menjelajah sejauh itu, hehehe. Eh sekalinya jalan, langsung ke Nusa Penida deh.
Nusa Penida ini masih pulau bagian dari provinsi Bali, kok tepatnya di sebelah tenggara Bali. Ya seperti diketahui deh ya, Bali ini kan pulau di Indonesia yang menyimpan banyak keindahan alam, mulai dari pantai hingga ke gunung serta keindahan(mu) yang tak jauh dari mata namun seolah sulit kugapai, eh, ya itu deh, siapa sih yang nggak tau Bali, Eh hehehe.
Karena masih bagian dari Bumi, eh Indonesia, Nusa Penida ini juga menyimpan berbagai titik yang sangat indah untuk dikunjungi. Curug, pantai, sawah, gunung, dan udaranya masih benar-benar terasa segar.

Gw berkunjung ke Nusa Penida selama 4 hari 3 malam dengan biaya super murah untuk kelas liburan, hehehe. Gimana bisa? Begini....

Senin, 15 Januari 2018.
Jadi, gw bersama 5 orang teman gw berangkat dari Jimbaran a.k.a tempat kita ngekos ke pelabuhan di Padang Bai menggunakan sepeda motor. Jadi kita ada 6 orang dengan 3 sepeda motor, kita menuju pelabuhan untuk naik kapal "Ferry Ro-ro" menyeberangi Selat Badung menuju NUSA PENIDA, YAY!
Perjalanan dari Jimbaran ke Nusa Penida kalau dihitung-hitung pakai jari tangan, nggak bisa, jam di hp sih nunjukin kalau kita makan mi instan di kapal, eh, maksudnya membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Iya, selama itu. 2 jam pantat pegal di atas motor perjalanan Jimbaran-Padang Bai, 2 jam menikmati bule eh pemandangan di atas kapal Padang Bai-Nusa Penida.
Sesampainya di Nusa Penida, kita langsung cari makan, murah meriah, Rp. 10.000,- dapat nasi campur, hehehe. Liburan kere hore~ Habis makan, kita langsung jalan dong, ke Broken heart, eh Broken Beach, yang bulenya eh pemandangannya WOW! Menakjubkan. Menikmati keindahannya, ambil gambar, *creet*, kita langsung cus pindah spot ke Angel's Billabong, eh tapi sayang, pas kita kesana apa yang kami lihat nggak sesuai ekspektasi atau apa yang kita lihat di sosial media kekinian, nggak tau kenapa bisa gitu tapi sedikit kecewa deh, hehehe. Ya sudah, mungkin belum jodoh.

Broken Beach, Nusa Penida, Bali.
Cukup menikmati kedua spot ini, kita langsung pindah lagi ke tempat lain, eh yang mana sebenarnya nggak cukup deh, terlalu indah untuk ditinggalkan saat itu. Kita langsung menuju Crystal Bay, yay! Ini adalah spot terakhir yang kita kunjungi pada hari ini, sedikit kecewa juga, karena tujuan utama kita ke tempat ini adalah menikmati sunset, eh taunya ketutupan sama awan kelabu yang menyelimuti kisah kita, hmm, menyelimuti langit biru maksudnya hingga menutupi keindahan sunset yang mau kita nikmati di tempat ini. Eh tapi, tempat ini terlalu indah juga bila ditinggalkan begitu saja karena pantainya nggak kalah indahnya, bisalah untuk kita main atau untuk sekedar mengabadikan momen, hehe.

Cukup lelah, kita menuju homestay, yang jaraknya lumayan jauh dari ketiga spot ini, untuk beristirahat dan bersiap untuk trip esok hari lagi. Hehehe

Selasa, 16 Januari 2018.
Bangun pagi, hari ini kita punya jadwal yang bakal menguras banyak tenaga karena kita akan menempuh 3 spot lagi yang perjalanannya menurut gw sangat melelahkan, kenapa? Karena tempat yang kita kunjungi adalah Rumah Pohon Melenteng, Pantai Atuh, dan Pantai Suwehan. Ketiga tempat ini cocok deh buat kamu-kamu yang mau bakar kalori dengan cara yang indah, hahaha.
Jadi, di Rumah Pohon Molenteng ini kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah, kalau di Papua punya Raja Ampat, disini kita bisa lihat yang namanya Raja Lima, beneran deh, melihat ini kamu bakal sadar betapa indahnya kamu, eh Indonesia. Perjalanan yang harus turun-naik  untuk menuju tempat ini akan terbayar lunas bahkan lebih dengan indahnya Raja Lima dengan laut dan tebing-tebing di sekitarnya.

Rumah Pohon Molenteng, Nusa Penida, Bali.
FYI, ini yang disebut Raja Lima. Hehe
Kemudian, Pantai Atuh/Atuh Beach, ini nggak kalah juga lelahnya, hahaha. Tangganya yang lumayan curam sedikit banyak menguras tenaga, ya dan lagi cocok buat kamu untuk membakar kalori dengan cara yang indah, hehe. Kita sempat nanya sih sama orang disana berapa banyak anak tangga untuk sampai ke pantainya, tapi gw lupa hehehe. Pokoknya sekali lagi, cocok buat bakar kalori dengan cara yang indah, hehehe.
Atuh Beach, Nusa Penida, Bali.
Btw, lupa ngambil gambar pas udah di bawah. Hehe
Selanjutnya adalah......... Pantai Suwehan, tunggu di part selanjutnya ya, hehehe.

Time Flies, Memories Doesn't

Ya, jadi setelah sekian lama beristirahat ngeblog eh niat awalnya sih emang berhenti (hehe) gw kembali lagi untuk menuliskan beberapa kisah (etsah) di blog gw yang ga seberapa ini.

dari feed ig gw
Jadi, di waktu kembali ini gw kasih judul "Time Flies, Memories Doesn't", kenapa? Ya nggak kenapa-napa sih. Hahaha

Jadi, dulu gw terakhir kali ngepost di blog itu tahun 2016 bulan Mei a.k.a Lima a.k.a 5, haha. Judulnya itu DISTRAKSI, yak "hal" itu jugalah yang membuat kenapa gw mutusin untuk berhenti ngeblog. Setiap kali gw mulai menulis a-b-c-d belum sampai ke h, ide gw ilang, setiap kata yang sebelumnya udah tersusun rapi di pikiran gw tiba-tiba hilang, terbang sampai tak terlihat, ya sebelas-dua belas lah seperti kamu yang terasa sudah melengkapi eh tiba-tiba hilang (eh). Hehe.
Ya, jadi sering kali gw nyoba nulis waktu itu, mulai dari pengalaman gw sendiri maupun pengalaman teman yang curhat ke gw bahkan sampai ke pengalaman pribadi gw yang hanya di imajinasi gw pun tetap tidak bisa gw tuliskan sampai selesai, memang sih ini harusnya ini bukan jadi alasan gw untuk berhenti nulis, hehe, tapi karena dibarengi keseharian gw yang gw habiskan untuk kuliah-makan-merenung-game-tidur, ya fokus gw untuk nulis udah hampir tidak ada, hampir tidak ada loh ya, karena gw kadang-kadang masih sering berbagi sedikit frasa di sosial media lain, yak di ig gw, di ig-story doang loh ya, makanya ya cuma bisa dinikmati selama 24 jam doang kecuali ada teman gw yang screenshot itu. Hahaha.

Di instagram story gw cuma berbagi beberapa hasil karya gw, yang tidak seberapa itu namun cukup dirindukan (haha), baik dalam frasa maupun gambar/foto.

dari ig-story gw

Kenapa gw berbagi di instagram?
Ya, karena sosial media itu yang sekarang sering gw pakai, sekalian cuci mata dong (eh hehe).
Lalu, ya seperti judul tulisan ini, waktu bisa berlalu tapi ingatan itu nggak, artinya walaupun udah sempat setahun lebih berhenti ngeblog/nulis, gw masih punya keinginan untuk berkarya walaupun hanya dalam hal-hal kecil. Seperti kamu juga, yang udah terbang entah kemana, tapi kenangannya tetap ada, kok, disini di pikiranku, ya meski udah ketimbun sih. Hehehe

Oh ya, nih akun instagram gw
Boleh difollow ya, hehe

Distraction

Hey..ho.. guys.

I warn u before read till the end, maybe u'll spend about 5 minutes ur time to read this post which is I think not so important for you.
So, if you want to leave, leave now.

So, let's read....

Beberapa waktu lalu, aku mencoba untuk fokus dalam satu bidang untuk mendalami hal yang kusuka. Waktu itu, aku mendapatkan pinjaman "RAM" dari temanku, nah dengan kabar itu, dengan sangat semangat aku telanjangi si Lepi dan segera memasukkan RAM. Sangat senang kurasa.

Dengan semangat pula, aku langsung mengenakan segala kancing si Lepi dan mencoba menghidupkannya, dan............ *tadaaaa*
si Lepi nggakmau hidup. Mungkin dia merasa dianiaya? Kurasa tidak.

Terpaksa aku bongkar lagi si Lepi, aku periksa lagi satu-persatu siapa tau aku kelupaan atau ada organnya yang tidak tersambung dengan baik, setelah kuperiksa dan kurasa tidak ada yang salah, kembali kupasangkan kancingnya dan menekan tombol Hidup si Lepi lagi, hasilnya?
TETAP NIHILLL!!!!!!!!!

Galau...?
Banget....

Merasa letih, kutinggal tidur si Lepi kira-kira 4 jam. Setelah 'ku terbangun kucoba lagi telanjangi si Lepi dan
*taraaaaa*
aku coba bongkar kembali RAM yang aku masukkan tadi kemudian memasukkannya kembali dan mencoba menyalakan si Lepi tanpa memasangkan kancingnya, dan hasilnya.....
HIDUP!!
Setelah hidup, aku baru pasang kancing si Lepi deh.....

So, now to the stories.......

Jadi, setelah beberapa lama pura-pura sibuk dengan perkuliahan yang dilanjut dengan tidur berkepanjangan sehabis kuliah,gw berpikir untuk melanjutkan kesukaanku untuk menekuni si Corel Draw ataupun saudara jauhnya si Photoshop.
Jadi untuk menekuninya lagi, gw coba-coba cari video tutorialnya di yutub, sekalian liat2 hasil para mastah yang lebih yahud gitu. Namun sangat disayangkan sekali pemirsa *oke lebay*, waktu nyari tutorial Photoshop inilah gw baru mulai mengalami yang namanya Distraction.
Yap!
Jadi yang pertama gw cari di yutub itu adalah musik, alasannya sederhana, biar ga bosen liat tutorial yang kebanyakan ngomongnya.
Hap!
Setelah nge-set playlist, gw baru cari dah video tutorial Photoshop, 1, 2 video gw skip karna kurang tertarik.
Tap!
Video ke tiga, yang gw tonton bukan video tutorial Photoshop lagi, this was the real distraction, gw malah nonton tutorial After Effect. Yap! Saudara kandungnya si Photoshop.

Setelah nonton tutorial After Effect ini, gw mulai suka dan mulai pelajari seluk-beluknya. Oh iya, gw langsung coba juga sesuai tutorial dengan improve sedikit, dan..................... ternyata nggak semudah yang gw bayangkan, hasilnya kasar. Sakit di mata.

Gw menyerah? Nggak!

Gw coba lagi biar Semooth di dan enak di mata, hasilnya? Cek this out >> KLIK

Selang beberapa hari gw pelajari lagi si After Effect ini, distraksi (mungkin) baru datang, pinjaman RAM tadi harus segera gw kembalikan, yap! si pemilik seutuhnya memintanya kembali. Sedih? Nggak
Hanya saja gw harus berhenti mendalami si After Effect ini. Kenapa? Karena si Lepi gw nggak cukup tangguh tanpa si RAM pinjaman itu untuk berjalan dengan si After Effect. 

Nggak putus asa, gw coba lagi untuk belajar membuat vektor dengan photoshop. Yap! 
Tapi nggak mulus juga, another distraction, tiba-tiba mood hilang atau gangguan lainnya yang tiba2 ditagihin tugaslah, anu lah, itu lah,dan itu saat gw ngerjain vektor itu.

Tarik nafas....

Oh ya, ini beberapa hal yang sempat gw kerjain..





dan lu bisa liat sendiri kan kalo itu semua masih penuh kekurangan, gw sedih..

oh ya, yang masih bingung apa itu Distraction, jadi Distraction/distraksi itu sejenis kata yang menuju ke arti "Gangguan".
CMIIW

You have any solution?

Pengikut

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams