My Mom Has Five Superheroes

Hello guys, with me again. :v

This story is about love story that my Mom had ever told to me when I was a child.
Ok karena gw baik demi kesehatan mata kalian juga, gw ceritanya bahasa Indonesia aja. Muehehe..

This was the stories...
Aku adalah seorang siswi di salah satu SLTP Negeri di daerahku. Ya, sama seperti siswa-siswi lainnya, masa roman dimulai saat aku masih menduduki masa-masa ini. Hatiku tertaut pada seorang siswa yang kala itu tubuhnya tinggi jenjang namun sedikit kurus, eh tidak, mungkin memang bisa kukatakan kurus.
Tapi cerita itu tak semudah itu, ya, karena aku adalah seorang siswi yang cukup populer, dengan paras bak Nike Ardilla.
Muehehe...
Dengan suara yang juga sering kupamerkan melantunkan alunan indah yang juga dari Nike Ardilla. Banyak laki-laki yang kala itu diam-diam mengirimkan surat untukku. Baik itu melalui temanku, pura-pura meminjam bukuku atau bahkan melalui adikku. Beribu gombalan yang begitu indah namun hanya membuatku tersenyum lucu, iya lucu, bagaimana tidak, dari sekian banyaknya surat yang aku terima, tak satupun menaruhkan nama di kertas tersebut.

Sejauh ini tidak ada yang berbeda dari hari-hariku sebelumnya di sekolah hingga aku bertemu dengan seorang siswa yang tinggi jenjang namun badannya kurus. Dia adalah seorang siswa yang lihai memainkan bola voli di lapangan sekolah, dia juga adalah orang yang sangat ramah kepada siswa-siswi lainnya, hampir setiap orang mengenalnya dengan senyumnya yang khas dan tawaran bantuannya setiap melihat orang lain. Entah apa yang membuatku tertarik dengannya. Namun, ah sungguh tak mungkin aku mengungkapkannya kepadanya lebih dahulu.

Dia terlihat sama sekali tak tertarik denganku karena apa yang dia perlakukan untukku, tak sanggup untuk membuatku merasa GR, karena itu juga didapatkan orang lain darinya.

Namun tak berhenti sampai disitu, waktu demi waktu, kami semakin dekat. Mungkin, banyak orang yang tak menyangka, Si Tinggi Kurus itu bisa dekat dengan perempuan yang cukup populer ini. Tak bisa kupungkiri, dia orang yang cukup membuatku tersipu malu saat berada di kamarku.
Era itu, kami tidak berpacaran, there's no that sh*t pada zaman itu, kami hanya saling menjaga perasaan satu sama lain, dan mungkin memang begitu adanya saat itu. Namun semua tak begitu mudah, banyak yang tidak suka dengan kedekatan kami, banyak juga pria yang tak putus asa untuk mengejarku meski telah melihatku dekat dengan Si Tinggi Kurus itu. Cacak seperti lambang tergadai, tak ada yang bisa memisahkan kami.

Saat itu kami bisa dekat saat di sekolah, namun tidak halnya untuk apel ke rumahku. Karena aku tidak akan diijinkan untuk memadu kasih oleh kedua orangtuaku. Kami bisa keluar bersama hanya jika bersama dengan teman-teman yang lainnya, dan kecurigaan dari orangtua ku hilang, good idea. Kadang kala, dia datang ke rumah menjemputku, eits, tapi tak semudah itu. Dia tidak menjumpai kedua orangtuaku, good!, jangan ditiru. Dia sudah tahu dimana letak kamarku, entah darimana, mungkin dari adikku. Dia mengetuh pintu jendelaku, setengah berbisik setengah teriak, dia memanggilku. Awalnya aku bingung entah siapa yang memanggilku, aku membuka jendeka dan ......... ternyata dia. Haha. Dan selanjutnya, cus, aku berlari ke arah pintu dan menutupnya, lalu kumenuju jendela lompat keluar, dan pergi dengannya sekedar berbincang. Haha, that was so vintage and ...


Hingga sampai saat masa-masa perkuliahan, kami terpaut oleh jarak antar-kota yang kala itu bisa dikatakan sangat jauh. Bagaimana tidak, dulu kendaraan adalah hal yang sangat mewah, bahkan untuk motor kala itu tidak masuk kebutuhan primer, sekunder bahkan tersier,  mungkin motor masuk ke bagian kebutuhan kuarter, yang tidak dibutuhkan untuk kelangsungan hidup.
Dengan jarak yang sangat jauh ini, dia tidak semenyerah itu, dia naik motor bututnya (kini) yang begitu keren pada jamannya untuk mengunjungiku.
Aku sangat bahagia sampai tak terkatakan. R O M A N T I S ! ! !

Percayalah juga, tak begitu mudah memadu kasih saat itu, banyak hal yang mungkin saja dapat mengganggu perasaan, namun semua itu tak berarti apa-apa ketika dua hati yang terpaut jarak sekalipun saling menjaga.
Hilang di mata, di hati jangan.
Walaupun berjauhan, namun jangan pernah dilupakan.

Right, that was the stories.

sfx : Untuk Mama - Trio Ambisi
cipt: Rinto Harahap


Dan sekarang, si Mak nggak secerita dulu lagi.
Kadang, aku berpikir kalau Si Tinggi Kurus Senyum Tampan yang pernah Mak ceritakan dulu itu nggak baik, aku berpikir dia adalah orang jahat, karena dia tidak setia, dia meninggalkan si Mak. Namun ternyata aku salah, hanya saja Tuhan lebih sayang dengannya.

Mak, maaf kalau jagoanmu belum punya kekuatan super untuk membahagiakanmu.
Kami juga masih meminta doa dan dukunganmu untuk selamanya, Mak.
Karena tidak ada SUPERHERO tanpa ibu yang melahirkannya ke dunia ini.
Dan, kau tetap yang terindah, tetap cantik meski nanti kulit dengan keriput di wajahmu.

my wonderwoman

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan jejak penjelajah...

BlogRoll

Pengikut

Site Info

Back to top

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams