Cara Membuat Boneka Danbo

Danboard memiliki sebutan singkat yaitu Danbo yang terbuat dari kertas karton board. Azuma Kiyohiko adalah pencipta dari boneka Danbo yang juga merupakan komikus serial manga Yotsuba. Melalui internet, boneka ini juga bisa dibeli yaitu lewat situs Amazon, harga boneka danbo ini pun tidaklah murah, kurang lebih Rp. 250.000 sampai Rp. 500.000. Terdapat beberapa bagian tubuh yang bisa digerakkan oleh karena itu kita dapat mendapatkan pose yang diinginkan dari boneka lucu Danbo ini

Bahan dan Alat
  • Kertas (kertas untuk menjillid/karton tebal 2 lembar ukuran A4/kertas krep)
  • Penggaris
  • Gunting
  • Silet karter
  • Lem Kertas
Rancangan / Model Danbo Papercraft
gambar_cara_membuat_danbo_papercraft_robot_lucu

gambar_cara_membuat_danbo_papercraft_robot_lucu

Langkah-Langkah Membuat (Merakit/Merangkai) Boneka Danbo
  1. Potong gambar 16 dan rekatkan dengan lem bagian warna putihnya. Ini adalah bagian lengan.
  2. Potong gambar 3 dan lem di bagian atas lengan yang dibuat di langkah 1.
  3. Potong gambar 6, lipat geriginya, rekatkan ujung putih ke ujung satunya dengan lem, sehingga melingkar seperti cincin. Beri lem di kedua bagian gerigi dan tempelkan potongan gambar 7 di tiap sisinya sehingga seperti silinder.
  4. Sambungkan bagian yang dibuat dari langkah 3 dan langkah 2, sehingga membentuk lengan yang bisa digerakkan (lihat gambar).
  5. Potong gambar 8 dan lubangi 3 bagian yang berwarna putih. lalu potong gambar 10. Di gambar 10 ada garis silang di dalam lingkaran, potong garis itu dengan silet kurter, kemudian pasang kedalam lubang besar di gambar 8. Lalu lipat keatas bagian putihnya. Kalau bingung ini ada penjelasan gambarnya (Penjelasan). Setelah itu potong gambar 11 dan tutup 4 garis putih tadi. Usahakan agar bisa berputar (untung sendi leher). Kemudian potong gambar 18 dan 19. Dan lakukan seperti tadi. Kemudian lem bagian badan.
  6. Pasangkan lengan ke sisi kiri dan kanan bagian yang kamu buat di langkah 5 tadi.
  7. Buat 2 silinder lagi seperti  langkah 3, tetapi dengan gambar 14, 15. Potong 13 dan sambungkan ke 2 silinder tadi (lihat gambar).
  8. Potong gambar 12 lipat sesuai garis dan lem dengan silinder yang telah dibuat pada langkah 7. (lihat gambar)
  9. Lem hasil dari langkah 8 ke bagian atas badan yang dibuat pada langkah 5 (bagian leher).
  10. Potong gambar 1, lipat sesuai pola. Potong juga gambar 4 dan lubangi bagian mata gambar 1, kemudian pasang potongan gambar 4 didalam gambar 1 agar matanya terlihat lebih nyata (opsional).
  11. Sambungkan bagian kepala dari langkah 10 ke bagian leher yang dibuat di langkah 9.
  12. Potong gambar 2 dan lem, biarkan sisi yang lebih (bagian kaki).
  13. Potong gambar 17 dan 5, kemudian buat silinder seperti langkah 3, lalu pasang kaki dari langkah 12 dan usahakan agar bisa berputar.
  14. Lem kedua sisi silinder ke bagian bawah badan.
Bisa dipastikan hasil akhirnya tidak jauh berbeda dengan danbo asli yang bisa diputar-putar. Tetapi belum terdapat lampu seperti aslinya, jika anda kreatif anda pasti dapat menambahkan lampu pada mata danbo.



Video cara membuat danbo papercraft

Soal dan Pembahasan Fisika kelas XI - Marthen Kanginan

Download soal dan pembahasan buku Marthen Kanginan kelas XI, Fisika

BAB 1: Kinematika Dengan Analisis Vektor
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 1: Kinematika Dengan Analisis Vektor

BAB 2: Hukum-Hukum Newton tentang Gerak dan Gravitasi
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 2: Hukum-Hukum Newton tentang Gerak dan Gravitasi

BAB 3: Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 3: Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana

BAB 4: Usaha dan Energi
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 4: Usaha dan Energi

BAB 5: Impuls dan Momentum
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 5: Impuls dan Momentum

  
BAB 6: Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 6: Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar

BAB 7: Mekanika Fluida
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 7: Mekanika Fluida

BAB 8: Teori Kinetik Gas
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 8: Teori Kinetik Gas

BAB 9: Termodinamika
Soal dan Pembahasan Fisika Marthen Kanginan Bab 9: Termodinamika


SOAL dan Pembahasan Fisika Kelas XI, Marthe Kanginan

Untuk mendownload, pilih salah satu link diatas, kemudian tunggu sampai 5 detik, lalu klik " Skip Ad "
NOTE : Saya akan update pembahasan Marthen Kanginan Kelas XI
Karena saya sendiri juga sedang membahas ini disekolahan :v ;)

Hukum Kepler : Materi, Soal, dan Pembahasan | Fisika Kelas XI

Johannes Kepler (1571-1630), adalah seorang astronomi berkebangsaan Jerman yang berguru pada Tycho Brahe (1546-1602). Karir astronominya sebagian besar dihabiskan untuk mengutak-atik data peninggalan gurunya.



Tycho Brahe adalah seorang bangsawan Denmark yang memiliki hidung logam, yang bukan dalam makna kiasan, tetapi hidungnya memang dari logam, hal ini dikarenakan hidungnya pernah hilang dalam suatu duel sehingga diganti dengan logam. Raja Frederick II menghadiahi Tycho sebuah pulau kecil bernama Hveen yang tidak disia-siakan olehnya. Brahe membangun sebuah observatorium yang terbaik pada saat itu, dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengukur posisi benda langit dengan akurat, sampai ketelitian 2 menit busur. Inilah pekerjaan Tycho Brahe, yaitu mengumpulkan data benda langit dari tahun 1576 -- 1597.

Tycho Brahe meninggalkan sekumpulan besar data pengamatan yang akurat tentang posisi benda-benda langit, terutama posisi 5 planet yang tampak dengan mata telanjang, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Data-data inilah yang diolah dengan oleh Kepler selama bertahun-tahun. Pekerjaan yang tampak sangat membosankan ini – mengutak-atik ratusan bahkan ribuan angka – ternyata menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dibalik angka-angka tersebut Kepler menemukan suatu rahasia alam yang tersembunyi. Akhirnya nama Kepler diabadikan dalam tiga hukum alam yang ditemukannya melalui ‘otak-atik’ angka tersebut. Kedua hukum yang pertama dipublikasikan pada tahun 1609 dan Hukum yang ketiga muncul 9 tahun kemudian (1618)

HUKUM KEPLER 1
Planet mengelilingi matahari dalam orbit elips dimana matahari berada pada salah satu titik fokusnya



Penjelasan lebih lengkap mengenai orbit elips dapat dipelajari disini. Melalui Hukum Gravitasi yang ditelurkan oleh Newton, diketahui bahwa interaksi gravitasi yang terjadi antara kedua benda akan menghasilkan lintasan yang terletak pada bidang datar dan bentuk lintasan orbit akan bervariasi mengikuti keluarga irisan kerucut, yaitu: lingkaran, elips, parabola atau hiperbola. Perbedaan berbagai lintasan ini di-karakteristik-kan dengan nilai eksentrisitas orbit (e)



Melalui hukum ini juga diketahui bahwa yang bergerak ternyata bukan hanya satu benda saja, tetapi kedua benda yang berinteraksi akan saling mengorbit dengan lintasan masing-masing berbentuk lintasan kerucut dimana yang terletak pada focus masing-masingorbit adalah titik pusat massa kedua benda tersebut.



Untuk kasus Tata Surya, dimana planet-planet mengorbit matahari sebagai pusatnya, hal ini terjadi karena massa matahari jauh lebih besar dari pada massa planet-planet, bahkan kalau seluruh anggota Tata Surya digabungkan, massanya masih jauh lebih kecil daripada massa matahari, sehingga dapat dikatakan bahwa pusat massa tata surya terletak pada matahari itu sendiri, maka matahari terletak pada fokus semua orbit anggota tata surya


Hukum Kepler 2
Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama



Hukum Kepler yang kedua memberikan implikasi mengenai kecepatan planet yang berbeda-beda pada saat mengelilingi matahari. Jika jarak planet ke matahari dekat maka kecepatannya besar dibandingkan ketika jaraknya dekat

Hukum Kepler 3
Kuadrat periode revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga setengah sumbu panjang orbitnya untuk semua planet
Jika diubah kedalam rumus matematik maka persamaannya menjadi :


Atau


Dimana T adalah waktu yang diperlukan oleh planet untuk mengelilingi matahari (disebut periode planet) dan a adalah setengah sumbu panjang orbit : a = (perihelion + aphelion)/2.
Jika hukum ini diterapkan pada data planet-planet, maka kita akan peroleh tabel berikut ini :


Perbandingan yang tetap dalam Hukum Kepler 3 memang berlaku untuk tiap planet.
Sekitar setengah abad kemudian, ditahun 1687, Newton merumuskan Hukum Gravitasi Universal melalui persamaan :


Melalui mengotak-atik persamaannya ini, ternyata kita dapat menghasilkan ketiga Hukum Kepler, sehingga bisa dikatakan bahwa Hukum Kepler adalah kasus dari Hukum yang lebih universal, yaitu Hukum Gravitasi. Bahkan konstata perbandingan planet dapat ditentukan dari Persamaan Gravitasi ini. Karena itu Hukum Kepler 3 yang lengkap adalah :


Dimana G adalah konstanta gravitasi (yang nilainya ditentukan sekitar seabad kemudian (1798) oleh Cavedish, G = 6,672 x 10^-11 Nm^2kg^-2) dan M1 maupun M2 adalah massa kedua benda yang saling berinteraksi dengan gaya gravitasi.

Dalam soal-soal olimpiade, jarang sekali digunakan satuan MKS (meter, kilogram, sekon), tetapi menggunakan satuan-satuan yang biasanya dipakai dalam astronomi. Pada soal-soal dengan kasus Hukum Kepler, maka jenis soal yang sering muncul ada tiga tipe, yaitu :

Soal Tipe 1 : Benda pertama (sebagai pusat) adalah matahari dan benda yang mengorbit adalah planet, asteroid, komet atau pesawat ruang angkasa. Untuk jenis tipe 1 ini satuan yang digunakan biasanya jarak dalam SA (Satuan Astronomi) dan waktu orbit/periode dalam tahun. Jika demikian halnya, maka rumus Kepler 3 dapat menjadi sangat sederhana, yaitu :


Dan ternyata konstanta di suku sebelah kanan dengan ‘ajaibnya’ memiliki nilai sama dengan 1, maka :


Soal Tipe 2 : Benda pertama adalah planet (yang ada di tata surya) dan benda kedua adalah satelit alamnya atau satelit buatan yang mengorbit planet tersebut. Satuan yang biasanya dipakai untuk soal jenis ini adalah massa planet dalam massa matahari, periode orbit dalam hari dan jarak dalam km. Untuk tipe ini rumus Kepler 3 bisa diubah menjadi :


Soal Tipe 3 : Benda yang terlibat adalah dua buah bintang dalam sistem bintang ganda. Untuk kasus bintang ganda ini biasanya massa bintang dalam massa matahari dan periode orbit dalam tahun, maka rumus Kepler 3-nya sama saja dengan soal tipe 1.
Jika ternyata ada soal tentang Hukum Kepler 3 yang bukan tipe-tipe di atas, maka haruslah menggunakan rumus Kepler 3 yang aslinya.


Kepler - Soal

Coba anda kejakan soal mengenai Hukum Kepler di bawah ini, baru boleh lihat solusinya

1. (SOK 2009) Jika jarak terdekat komet Halley ke matahari adalah 8,9 x 10^10 m, dan periodenya 76 tahun, maka eksentrisitasnya adalah …
A. 0,567
B. 0,667
C. 0,767
D. 0,867
E. 0,967

2.(SOP 2007) Sebuah asteroid mempunyai setengah sumbu panjang elips a = 2,5 SA. Semester I tahun 2007 ia berada di perihelion. Kapankah ia berada di aphelion ?

3. Pada suatu saat jarak sudut antara Matahari dan planet Venus (elongasi) sama dengan 30 derajat. Diketahui orbit Venus 0,72 AU, berapakah jarak Venus dari Bumi saat itu? (Asumsikan orbit lingkaran)

4.(OSN 2007) Mars mempunyai dua buah satelit Phobos dan Deimos. Jika diketahui Deimos bergerak mengelilingi Mars dengan jarak a = 23490 km dan periode revolusinya P = 30jam 18 menit. Berapakah massa planet Mars bila dinyatakan dalam satuan massa Matahari ? Jika Periode revolusi Phobos 7jam 39menit, berapakah jaraknya dari Mars?

5.(SOK 2009) Callisto yang merupakan bulannya planet Jupiter, mengedari planet Jupiter pada jarak 1,88 juta km dan dengan periode 16,7 hari. Apabila massa Callisto diabaikan karena jauh lebih kecil daripada massa Jupiter, maka massa planet Jupiter adalah …
A. 10,35 x 10^-4 Massa Matahari
B. 9,35 x 10^-4 Massa Matahari
C. 8,35 x 10^-4 Massa Matahari
D. 7,35 x 10^-4 Massa Matahari
E. 6,35 x 10^-4 Massa Matahari


Solusi

 

Download contoh Script Html

Download contoh Script Html, copy saja script html dibawah ini,
Bisa juga anda gunakan untuk tampilan website yang anda retas :p :D ^_^

<html>
<head>
<embed src="http://ghucy.info/fullmusik/3/Coming_Home_-_Diddy.swf" width="0" height="0" autostart="true" allownetworking="internal" loop="true"></embed>
<title>Checked by SXT0</title>
<link href='http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a6/Anonymous_emblem.svg/160px-Anonymous_emblem.svg.png' rel='SHORTCUT ICON'/>
</head>
<body onContextMenu="alert('Hello'); return false" NOOP="if (window.event != null && window.event.button == 2)  alert (' checked by sxt0');">
<center>
<body dir="ltr" alink="#00ff00" background="" bgcolor="#000000" link="#00c000" text="#008000" vlink="#00c000">
</body>
<font color="white" face="Courier New" size="3">
<center>
<noscript></noscript>

<script language="JavaScript1.2">

var n=0
if (document.all||document.getElementById){
document.write('<font color="'+neonbasecolor+'">')
for (m=0;m<message.length;m++)
document.write('<span id="neonlight'+m+'">'+message.charAt(m)+'</span>')
document.write('</font>')
}
else
document.write(message)

function crossref(number){
var crossobj=document.all? eval("document.all.neonlight"+number) : document.getElementById("neonlight"+number)
return crossobj
}

function neon(){

//Change all letters to base color
if (n==0){
for (m=0;m<message.length;m++)
crossref(m).style.color=neonbasecolor
}

//cycle through and change individual letters to neon color
crossref(n).style.color=neontextcolor

if (n>flashingletters-1) crossref(n-flashingletters).style.color=neontextcolor2
if (n>(flashingletters+flashingletters2)-1) crossref(n-flashingletters-flashingletters2).style.color=neonbasecolor


if (n<message.length-1)
n++
else{
n=0
clearInterval(flashing)
setTimeout("beginneon()",flashpause)
return
}
}

function beginneon(){
if (document.all||document.getElementById)
flashing=setInterval("neon()",flashspeed)
}
beginneon()

</script>
<style>
td{align: center; font-family: Bradley Hand ITC; font-size: 13pt; color: white}
a{align: center; font-family: Bradley Hand ITC; font-size: 13pt; color: red}
img. floatLeft {

float: kiri;

margin: 4px;

}
</style>
<div
id="example1"></div>
<p id="example2">
<script language="JavaScript1.2">
function ClearError() {return true;}
window.onerror = ClearError;
</script>
<div align="center"><table border="0" width="70%"><tr><td>
<h2><center>
<SCRIPT>
farbbibliothek = new Array();
farbbibliothek[0] = new Array("#FF0000","#FFF","#EE0000","#FF0000");
farbbibliothek[1] = new Array("#FF0000","#EE0000","#FF0000","#FFF","#BB0000","#EE0000","#990000","#880000","#770000","#660000","#550000","#440000","#330000","#220000","#110000","#000000","#110000","#220000","#330000","#440000","#550000","#660000","#770000","#880000","#990000","#AA0000","#BB0000","#CC0000","#DD0000","#EE0000");
farben = farbbibliothek[1];
function farbschrift()
{
for(var i=0 ; i<Buchstabe.length; i++)
{
document.all["a"+i].style.color=farben[i];
}
farbverlauf();
}
function string2array(text)
{
Buchstabe = new Array();
while(farben.length<text.length)
{
farben = farben.concat(farben);
}
k=0;
while(k<=text.length)
{
Buchstabe[k] = text.charAt(k);
k++;
}
}
function divserzeugen()
{
for(var i=0 ; i<Buchstabe.length; i++)
{
document.write("<span id='a"+i+"' class='a"+i+"'>"+Buchstabe[i] + "</span>");
}
farbschrift();
}
var a=1;
function farbverlauf()
{
for(var i=0 ; i<farben.length; i++)
{
farben[i-1]=farben[i];
}
farben[farben.length-1]=farben[-1];

setTimeout("farbschrift()",30);
}
//
var farbsatz=1;
function farbtauscher()
{
farben = farbbibliothek[farbsatz];
while(farben.length<text.length)
{
farben = farben.concat(farben);
}
farbsatz=Math.floor(Math.random()*(farbbibliothek.length-0.0001));
}
setInterval("farbtauscher()",5000);
text= "+++Security Checker+++"; //h
string2array(text);
divserzeugen();
//document.write(text);
</SCRIPT>
<center><img src="https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQIww82jf2_8ZA2oJMN510MgFhPaQqvr6W_Q1sJUPmCItcBn51FwQ" width="240" height="240""><center>
</h2>
</center><br>
<center><span style="font-size:20; font-family:algerian, comic sans ms; color:red; text-shadow:blue 5px 0px 30px;">Dear admin:</span><br>
<font fae="Orbitron" size="4" color="green"><blink>I'm personal script kiddies<br>Just checked your security<br>Patch your site<br>[-]Goodbye<br><br>[+]Checked by sxt0</blink></font><br>
<br><font size="6">Contact me<br>
<font face="Orbitron" size="4" color="red" font-shadow="blue"><a href="http://samuelscouter.blogspot.com/">SXT0</a></CENTER> </font>
<div class="'clear'"></div></center>
<br>
<center><iframe src="//www.facebook.com/plugins/follow?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fsitorussamuel56&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;colorscheme=light&amp;width=450&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe></center>
</html>
 Anda tinggal mengganti identitas nya saja ;)

Karya Dari Botol Minuman Bekas

[Image: image007-150x150.jpg]Botol minuman bekas, kelihatannya sepele, akan tetapi bagaimanapun yang namanya sampah pasti dapat menimbulkan masalah yang dapat mengganggu lingkungan, baik secara kesehatan maupun dilihat dari segi keindahan dan kebersihan lingkungan. Namun demikian, sampah botol plastik atau kaleng bekas minuman ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai barang yang unik, bernilai seni, dan memiliki nilai ekonomi. Seperti yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sukses mengolah botol bekas minuman menjadi berbagai kreasi barang unik. Adalah Yulita Suryantari mahasiswa Teknologi Pendidikan, Fatih Fardian PGSD Penjas, dan Ratri Wulan mahasiswi Kimia UNY yang dibimbing oleh Estu Miyarso M.Pd. Mereka memberi nama usahanya KREBO (Kreasi Botol).

[Image: image004.jpg]
KREBO merupakan berbagai produk inovatif yang terbuat dari botol bekas minuman. Barang yang semula dianggap sampah dapat diubah menjadi material yang mempunyai nilai jual dan tidak membahayakan lagi bagi lingkungan hidup. Contoh dari pemanfaatan bekas botol minuman ini adalah pembuatan lampion cantik, lampu tidur, tempat pensil unik, dan boneka lucu. Peluang pasar dari KREBO ini sangat besar karena botol-botol bekas sebagai bahan baku mudah didapat, sehingga harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, selain itu konsumen dapat memesan desain produk KREBO sesuai selera mereka, KREBO juga sedang kebanjiran melayani desain interior beberapa cafe di Yogyakarta, ini juga menjadi salah satu keunggulan dari KREBO yang lolos Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM.K) dari dana hibah DIKTI 2012. Kelompok PKM.K UNY ini mengaku siap membawa Krebo menuju PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) yang tahun ini bertuan rumah di Yogyakarta.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman, serta dengan pemanfaatan teknologi dan sumber daya yang ada, sampah yang dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi hal yang lebih bermanfaat.



Ini galeri foto hasi Daur Ulang Botol Minuman Bekas


[Image: daur-ulang-botol-minuman-bekas-150x150.jpg]


[Image: image004-150x150.jpg]


[Image: image001-150x150.jpg]


[Image: image002-150x150.jpg]


[Image: image003-150x150.jpg]


[Image: image005-150x150.jpg]


[Image: image006-150x150.jpg]


[Image: image008-150x150.jpg]

Sumber

BlogRoll

Pengikut

Site Info

Back to top

Site Info

Copyright © Samuel XtO | Powered by Blogger

ReDesign by sams